Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
sungguh mujarab. Dengan demikian, setiap elemen meminjamkan kemanjurannya kepada elemen-elemen lainnya, tetapi proses itu secara keseluruhan bergantung kepada keadaan tenaga batin yang ulung dari sang dukun, sebuah keadaan yang dipahami dengan istilah-istilah psikologi. Teori Tentang Penyakit dan Pengobatannya Bahwa reputasi para dukun sebagai sebuah kelas tidaklah seluruhnya baik, terlihat dari adanya kepercayaan umum bahwa mereka pasti akan mendapat kematian yang disebabkan oleh kekerasan dan dari kenyataan bahwa apabila seorang bertanya kepada seorang pemberi obat apakah ia seorang dukun, ia selalu menjawab bukan, ia hanya mencoba menolong orang lain. Mengunjungi Pak Parman lagi, “dukun" yang mengatakan bahwa ia bukan dukun, karena panggilan itu menunjukkan seseorang yang menerima bayaran, sedangkan Pak Parman tidak (namun dia mau menerima hadiah), karena itu ia harus disebut seorang pitulung (pemberi pertolongan). la mengatakan bahwa ada banyak orang sekitar yang berkata bisa mengobati serta menjanjikan hal ini kepada setiap orang (salahsatu tanda dukun adalah mengatakan kepada pasien bahwa ia pasti bisa mengobatinya: Parman tak pernah melakukan hal itu—ia selalu mengatakan mungkin bisa, mungkin tidak) dan selalu mengatakan bahwa merekalah yang mengobati Anda, bukan Tuhan. Akan tetapi, semuanya ini hanya omong kosong dan hanya bermaksud mengeruk uang orang saja. Namun, setiap orang di kota selalu menganggap Parman sebagai dukun dan memanggilnya dengan sebutan dukun, termasuk saingannya yang utama, Haji Rasid. Namun, Haji Rasid menolak dianggap sebagai dukun. Katanya, Parmanlah yang sebenarnya dukun, walaupun ia tak akan mengaku kalau ditanya orang. Menurut dia, perbedaan cara praktiknya dengan cara seorang dukun adalah ini: “Seorang dukun mengatakan kepada kita sebab-sebab penyakit kita, seorang pitulung hanya mengobatinya untuk kita”. Misalnya, seorang dukun akan mengatakan bahwa penyebab penyakitnya adalah karena kerasukan setan. Rasid menganggap hal ini tidak bijaksana dari segi agama, karena kalau orang mengatakan bahwa setanlah yang telah mengganggunya, mereka akan mulai takut