Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Agama Jawa - Detail Buku
Halaman Ke : 156
Jumlah yang dimuat : 577
« Sebelumnya Halaman 156 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi
Arabic Original Text
Belum ada teks Arab untuk halaman ini.
Bahasa Indonesia Translation

dengan s6tan, roh itu kalahi ini disebabkan oleh kelemahan jiwa kita sendiri dan karenanya kita jadi sinting. Bila kita diobati—dengan bantuan seorang dukun—roh itu akan pulang kembali, berkelahi dengan setan: s6tan itu kalah, pergi dan kita akan sehat kembali. Kita sudah ditata kembali"”, katanya. Di antara ahli itu sendiri, ketegangan psikologis tertentu mungkin jelas berhubungan dengan gejala-gejala fisik tertentu. Seorang dukun, yang sebenarnya terbilang priyayi, mengatakan bahwa ia mengobati dua jenis penyakit. Pertama, penyakit yang spesifik, seperti sakit gigi, patah tulang, perut mulas dan disentri. Kedua, penyakit yang lebih umum dengan empat variasi utama: darah kotor: kurang darahi: jiwa kosong, barangkali dirasuki makhluk halus, tetapi tidak selalu demikian: kemasukan udara, panas atau benda-benda asing lain yang kadang- kadang dimasukkan ke dalam tubuh secara magis lewat sihir. Variasi yang pertama, darah kotor, katanya, bisa disebabkan oleh dua hal, Makan makanan yang buruk—basi atau terlalu pedas, atau sekadar makanan yang tak bisa dimakan—yang “mengagetkan” perut dan karenanya, mengecewakan hati serta mengotori darah. Kedua, marah terus-menerus, perasaan jengkel karena banyak harapan tak terpenuhi, atau perasaan rahasia seperti iri hati atau cemburu akan mengecewakan “hati" dan karenanya, akan mengotori darah. Gejala- gejala darah kotor adalah kelesuan menyeluruh, mungkin timbul ruam atau bisul, berganti-ganti antara demam dan menggigil," serta “pikiran gelap"—yakni pikiran kacau dan curiga yang disebabkan oleh serangan hawa nafsu yang tiba-tiba. Kurang darah menurut dukun itu ditunjukkan oleh gangguan perasaan takut, cemas atau depresi tanpa sebab yang jelas. Ini menipiskan darah orang, yang menyebabkan terjadinya kekurangan darah. Gejalanya adalah pucat, lemah serta kelesuan pikiran pada umumnya—orang berbaring-baring saja dan tak melakukan apa-apa sepanjang hari. Kurang darah bisa juga menyertai darah kotor sebagai tingkat kedua. Jiwa kosong, di pihak lain, disebabkan oleh kurangnya disiplin batin—tidak bisa melatih jiwa dengan puasa, bergadang malam hari serta bersemadi—yang menyebabkan orang mudah kaget secara tiba- tiba dan menjadi sasaran makhluk halus yang mengganggu. Gejala umumnya adalah: kalau sudah kemasukan makhluk halus, pikiran


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 156 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi