Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Agama Jawa - Detail Buku
Halaman Ke : 157
Jumlah yang dimuat : 577
« Sebelumnya Halaman 157 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi
Arabic Original Text
Belum ada teks Arab untuk halaman ini.
Bahasa Indonesia Translation

kacau, mengigau, bertingkahlaku aneh—dengan satu kata, dan kalau belum kerasukan makhluk halus, ketidakmampuan umum untuk mengerjakan sesuatu secara terus-menerus, tak tentu arah, tak tentu tujuan dan seterusnya—semacam kehilangan kekuatan batin yang oleh orang-orang Jawa yang lebih tua, sering dianggap terdapat pada mereka yang lebih muda, pada generasi yang sedang muncul. icara dengan Cipto dan orang tua yang menjaga makam untuk Keduanya sedang meratapi generasi muda. Generasi muda, kata mereka, sangat pandai, tetapi kurang bijaksana. Mereka mempunyai banyak pengetahuan, tetapi tidak memiliki kebijaksanaan: mereka mengira tahu segala, tetapi sebenarnya tak tahu apa-apa. Pada masa lalu, orang mau menerima nasib, selalu merasa damai di hati dan kepercayaan bisa ditaruh kepada mereka. Kalau mereka berkata mau pergi ke utara, mereka memang benar-benar pergi ke utara. Mereka tidak pergi ke selatan dahulu. Cipto mengatakan bahwa di zaman dulu, ia keluar dari rumah dan mengatakan kepada isterinya akan pergi ke utara. Kalau kemudian seseorang mengajaknya pergi ke selatan, ia akan menolak karena ia sudah mengatakan ke mana ia akan pergi dan kehendaknya telah ia tetapkan. Pada masa itu orang tidak menggunakan begitu banyak waktu untuk berbuat yang bukan-bukan seperti sekarang. Mereka berpuasa, tidur sedikit dan giat mengendalikan diri. Mereka menjalani hidup yang lebih teratur. Sekarang ini, Orang kerjanya hanya duduk-duduk dan bercakap-cakap sepanjang waktu, di sana-sini mampir di warung kopi, berbincang-bincang dengan setiap orang yang ditemui. Menurut mereka, hal ini buruk—hanya menuruti kehendak saat itu. Pada masa dulu, orang lebih kuat dan kehendak mereka benar-benar murni. Mereka berpikiran tunggal serta tidak terpengaruh kesana-kemari oleh hal-hal yang tidak perlu. Generasi muda pun tidak lagi tenang dan akibatnya usia mereka pendek. Dulu ada orang yang berusia 150 sampai 200 tahun, karena mereka tenang sekali. Sekarang pada usia 60 tahun orang sudah jadi tua. Akhirnya, variasi terakhir dari penyakit umum adalah disebab- kan oleh masuknya angin ke dalam tubuh, masuknya panas, atau benda-benda asing—jarum, kaca, rambut manusia—yang dimasukkan ke dalam perut dengan cara sihir. Masuk angin menimbulkan gejala- gejala yang mirip dengan “pilek"”—seperti batuk, bersin dan pusing pada umumnya. Panas dalam tubuh (panas mlebu) membawa kepada rasa nyeri setempat. Gejala-gejala penyakit yang timbul karena sihir lebih dahsyat, seperti muntah darah, sawan dan sebagainya. Lagi-lagi mereka


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 157 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi