Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Agama Jawa - Detail Buku
Halaman Ke : 193
Jumlah yang dimuat : 577
« Sebelumnya Halaman 193 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi
Tabel terjemah Inggris belum dibuat.
Bahasa Indonesia Translation

dari benang putih sampai tak bisa lagi membedakannya. Naik haji ke Mekkah diwajibkan sedikitnya sekali seumur hidup bagi mereka yang mampu memikul biayanya (terlarang bagi mereka yang tak mampu), pada bulan ke-12, Zulhijjah. Rukun yang kelima adalah zakat, “pajak” keagamaan yang harus diberikan kepada fakir miskin, orang yang tak mampu membayar utang, musafir yang kehabisan bekal, orang yang baru saja memeluk Islam, orang yang menuntut ilmu agama tetapi tidak punya biaya dan untuk melaksanakan perang suci. Sedekah sesuai dengan kemampuan kantong seseorang pada sembarang waktu untuk orang-orang yang dipilihnya sendiri juga dianjurkan. Semuanya ini adalah substansi Islam yang penting, yang mungkin merupakan suatu paket keagamaan yang paling sederhana dan mudah dipasarkan dari yang pernah ada serta dipersiapkan untuk ekspor. Tanpa organisasi gereja formal yang bisa mendukung ortodoksi, para sarjana Islam yang terpelajar terpaksa mengambil posisi setahap demi setahap. Pertama-tama, pengakuan iman, lalu rukun yang lima, kemudian kesalehan dan sesudah itu, pendalaman ajaran serta hukum. Ini merupakan perjalanan yang ditempuh oleh Islam di Jawa, yang lebih dari 9096 penduduknya mengaku sebagai Suni dengan mazhab Syafi'i selama empat abad. Akan tetapi, baru sekarang ini saja, minoritas penduduk mulai memahami dengan sangat jelas apa yang mereka peluk dan mencoba dengan sungguh-sungguh melaksanakan perintah Tuhan yang menjadi dasar agama mereka. Usaha serius itu merupakan hasil pergeseran sikap yang menyebabkan minoritas itu tidak lagi mesra terhadap rekan-rekan mereka yang menganggap Islam sinkretik Sunan Kalijaga—tokoh kebudayaan, yang setelah bersemadi dan melakukan praktik asketik yang sesuai, dianggap berhasil memperkenalkan wayang kulit, gamelan, slametan, Al Gur'an serta Rukun Islam ke Indonesia?—sebagai yang ideal. Minoritas inilah, “kaum muslim sejati”, kalau menurut sebutan mereka sendiri, atau “orang Jawa Arab” kalau menurut sebutan lawan- lawan mereka—yang diberi istilah santri (semula istilah ini hanya digunakan untuk para penuntut ilmu agama). Perkembangan Islam di Indone: Snouck Hurgronje, peneliti Islam yang besar dari Belanda, menulis tentang Islam Indonesia seperti yang ditemukannya pada 1892:


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 193 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi