Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Agama Jawa - Detail Buku
Halaman Ke : 196
Jumlah yang dimuat : 577
« Sebelumnya Halaman 196 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi
Tabel terjemah Inggris belum dibuat.
Bahasa Indonesia Translation

yang kemudian memompa darah segar dalam tempo yang selalu makin cepat ke seluruh tubuh penduduk muslim di Indonesia".£ Pada ujung lain dari urat nadi itu, di Jawa, terdapat sekolah Al @Gur'an di pedesaan, dimana jema'ah haji yang pulang kembali, mengajar, kalau bukan tentang isi Islam (karena kebanyakan mereka maupun murid petaninya tidak tahu bahasa Arab, walaupun mereka dapat membacanya dengan cukup baik), paling tidak mengenai sikap cermat terhadap bentuknya. Pada kenyataannya, hal itu memiliki emangat yang berbeda dari mistisisme politeistik, dimana orang Jawa sudah lama terbiasa. Di sekeliling sekolah-sekolah ini dan di sekeliling masjid yang terpaut dengannya, sebuah ruangan dikosongkan untuk ortodoksi. Mereka yang tinggal dalam ruangan kosong itu—para santri—mulai melihat diri mereka sendiri sebagai wakil minoritas iman yang benar dalam rimba raya kebodohan serta takhayul dan juga sebagai pelindung Hukum Suci dari kekasaran para penyembah berhala yang berasal dari adat tradisi. Namun, bahkan dalam konteks ini, arus ke arah ortodoksi adalah lambat. Sampai pada dekade kedua abad ini, berbagai pesantren di daerah pedesaan tetap saja independen, malah saling berlawanan dan persaudaraan keagamaannya memiliki warna mistik, dimana diperoleh kompromi tertentu dengan kalangan abangan di satu pihak serta dengan kekhawatiran pemerintah kolonial terhadap munculnya sebuah Islam yang terorganisasi serta sadar diri di pihak lain. Adalah di kota-kota, dimana ada hubungan yang terus-menerus dengan orang-orang Arab Hadramaut, ada sebuah etika dagang yang berkembang, nasionalisme yang sedang tumbuh dan gabungan pengaruh modernisme dari gerakan reformasi Islam di Mesir serta India yang menghasilkan militansi yang lebih kuat di kalangan umat yang secara eksplisit muslim, di sanalah Islam menjadi keyakinan yang hidup di Indonesia.” Dengan didirikannya Muhammadiyah oleh seorang jema'ah haji yang baru saja kembali pada 1912 dan bersama dengan lahirnya pendam- pingnya, Sarekat Islam, pada tahun yang sama, kebangkitan ortodoksi menyebar dari kota-kota ke desa-desa. Organisasi-organisasi konservatif muncul untuk melawan apa yang mereka anggap sebagai penyimpangan yang berbahaya dari doktrin Islam abad pertengahan dalam program- program kelompok modernis. Namun, dengan mengesampingkan detail-detail, harus diakui bahwa kemunculan jama'ah Islam sejati di Indonesia—umat yang murni, seperti penyebutan kaum muslim sendiri


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 196 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi