Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
sejati, sementara tetangga mereka tidak, sampai kepada mereka yang komitmennya kepada Islam mendominasi hampir seluruh kehidupan mereka. Namun, untuk semuanya, perhatian terhadap dogma sampai derajat tertentu telah menggantikan perhatian kepada upacara. Salahsatu hasil dari perbedaan penekanan ini adalah bahwa sikap relativisme tanpa emosi serta keterikatan yang mengherankan dan ditunjukkan oleh kalangan abangan terhadap adat keagamaan mereka sendiri tidak terlihat di kalangan santri. Sikap yang tidak seluruhnya berlainan dari sikap etnolog pencinta budaya yang sedang mengumpulkan adat tua di kalangan para penyembah berhala itu cenderung digantikan oleh penekanan yang kuat pada keharusan iman dan keyakinan penuh terhadap kebenaran mutlak agama Islam serta sikap tidak toleran yang mencolok terhadap kepercayaan dan praktk Jawa yang mereka anggap sebagai heterodoks. 'Saya berbicara dengan Abdul Manan dari desa (tak seberapa jauh dari Mojokuto) tempat tinggal kami beberapa bulan yang lain. Saya bertanya kepadanya tentang punden (tempat makhluk halus yang keramat) di sana dan ia mengatakan bahwa memang ada satu di sana dengan nama yang 'sama dengan tempat keramat di sini—Mbah Buda—hanya di jalan dekat tempat tinggalnya. Orang mengadakan slametan di sana sebagaimana juga di sini, untuk memenuhi nazar yang akan mereka lakukan kalau 'sembuh dari sakit dan sebagainya. la mengatakan bahwa sebagai seorang muslim yang baik, ia tidak percaya kepada hal itu. Katanya, ia pernah membuktikannya pada satu malam dengan memindahkan patung manusia di sana ke masjid dan menghancurkannya berkeping-keping. Tidak ada kejadian apa pun yang mencelakakannya, yang membuktikan bahwa benda itu memang tak lebih dari sebuah patung. Katanya, masih ada sebuah patung sapi di sana sekarang ini dan orang masih saja mengadakan slametan di situ sebagaimana biasa, tetapi hanya mereka yang bodoh serta tak tahu apa-apa saja yang masih melakukannya. Perbedaan kedua yang jelas antara varian keagamaan abangan dan santri terletak pada masalah organisasi sosial mereka. Untuk kalangan abangan, unit sosial paling dasar tempat hampir semua upacara berlangsung adalah rumahtangga seorang pria, isterinya dan anak- anaknya. Adalah rumahtangga ini yang mengadakan slametan dan para kepala rumahtangga jugalah yang datang mengikuti slametan itu, untuk kemudian membawa pulang sebagian makanan bagi anggota keluarga yang lain. Bahkan upacara bersih desa, yang paling dekat dengan