Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Agama Jawa - Detail Buku
Halaman Ke : 202
Jumlah yang dimuat : 577
« Sebelumnya Halaman 202 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi
Arabic Original Text
Belum ada teks Arab untuk halaman ini.
Bahasa Indonesia Translation

maupun abangan daripada kemolekan hukum Al Gur'an yang kaku, gambaran akan sebuah masyarakat nyata yang diatur oleh sistem hukum objektif adalah sangat riil dalam pikiran kalangan santri. Kita berbincang tentang Islam dan ia meneruskan bicaranya sebagaimana biasa tentang pentingnya hukum sebagai pedoman, sebagai cara untuk memilih mana yang benar dan mana yang salah. Memang harus diakui bahwa beberapa orang yang tidak tahu hukum adalah orang baik-baikjuga, tetapi mereka tidak memiliki petunjuk yang pasti dan bisa saja berbuat salah. Hanya mereka yang mengetahui hukum Al Gur'an sajalah yang benar-benar bisa menemukan jalan yang selamat dalam hidup di dunia maupun di akhirat nanti. Ia membacakan sebuah ayat Al Gur'an yang mengatakan bahwa seorang muslim sejati bersedia bekerja dan mengorbankan uangnya, hartanya dan semua kekayaan pribadinya demi kebaikan masyarakat, untuk membangun masjid, sekolah serta sebagainya. Menurut dia, kesadaran sosial ini adalah wajib bagi kaum muslim. Seperti menjahit pakaian, katanya. Agar pakaian itu cocok dan tidak kedodoran, si penjahit perlu membuat ukuran. Untuk hidup, baik sebagai pribadi maupun dalam masyarakat, kita memerlukan ukuran 'dan ukuran itu terdapat dalam Al Gur'an dan hukum. Adanya perhatian terhadap masyarakat menunjukkan bahwa di samping perhatian mereka yang sangat besar terhadap doktrin, kaum muslim Mojokuto tak pernah memandang agama sebagai serangkaian kepercayaan semata-mata, sejenis filsafat yang abstrak, atau bahkan sebagai sistem umum nilai-nilai yang mengikat mereka sebagai individu. Sebaliknya, mereka selalu memahaminya sebagai agama yang dilembagakan dalam suatu kelompok sosial, kaum santri di lingkungan mereka, atau semua yang mereka anggap demikian di wilayah Mojokuto, atau semua umat Islam Indonesia atau “dunia Islam”. Bila mereka berbicara tentang Islam, di benak mereka hampir selalu tergambarkan sejenis organisasi sosial dimana kepercayaan Islam merupakan elemen yang menentukan. Itu mungkin berupa sebuah organisasi amal, perkumpulan wanita, panitia masjid desa, sekolah madrasah, kantor jawatan agama setempat, atau partai politik mereka baik di tingkat lokal, regional maupun nasional. Keduaciri yang membedakan pola keagamaan santri ini—perhatian terhadap doktrin dan pembelaan serta organisasi sosial—bersilang satu sama lain untuk menghasilkan struktur internal komunitas Islam di Mojokuto. Pada tingkat ajaran, hanya ada satu pembeda penting,


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 202 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi