Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Agama Jawa - Detail Buku
Halaman Ke : 203
Jumlah yang dimuat : 577
« Sebelumnya Halaman 203 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi
Arabic Original Text
Belum ada teks Arab untuk halaman ini.
Bahasa Indonesia Translation

yang kurang tegas sekarang jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelum perang, yaitu perbedaan antara variasi kepercayaan modern dan kolot. Dari tahun 1912 hingga mendekati masa Perang Dunia, konflik antara kaum muslim Indonesia yang telah dipengaruhi oleh gerakan reformasi Islam modernis yang bermula di Kairo, Mekkah dan sampai tingkat yang agak kurang, di beberapa bagian India, dengan mereka yang bereaksi terhadap pengaruh ini, benar-benar merupakan konflik yang tajam serta pahit. Sekarang, konflik yang dulu sepenuhnya religius ini, telah diubah bentuknya menjadi konflik politik ketika para pemimpin kedua kelompok itu sama-sama menerima versi modernisme yang umum dan telah dicairkan, kemudian memindahkan perhatian mereka lebih kepada persoalan yang terus menggoda tentang bagaimana mereka dapat sampai kepada kekuasaan. Namun pembagian lama itu tetap saja ada. Walaupun kebanyakan pemimpin kelompok kolot telah meninggalkan posisi reaksioner yang ekstrem, banyak anggota di bawahnya belum meninggalkan itu. Perbedaan umum antara santri modern yang menerima abad ke-20 dengan antusiasme dan memandang kompleksitasnya semata-mata sebagai sebuah tantangan yang harus dihadapi, dengan mereka yang paling banter menarik diri darinya serta memandangnya sebagai perangkap bagi mereka yang saleh, masih merupakan pembeda yang sangat penting di kalangan umat di Mojokuto. Darisisi organisasi, Islam di Mojokuto berpusat pada empat lembaga sosial yang utama. Pertama, partai politik Islam berikut organisasi sosial dan amal yang berasosiasi dengannya. Kedua, sekolah agama. Lembaga ketiga yang merupakan bagian dari birokrasi pemerintah pusat—umumnya berada di bawah Menteri Agama—yang mengurusi pelaksanaan hukum Islam, pemeliharaan masjid dan tugas-tugas serupa lainnya. Terakhir, lembaga yang keempat, adalah jenis organisasi jema'ah yang lebih informal dan berpusat di sekeliling masjid desa serta langgar. Keempat struktur kelembagaan ini terjalin satu sama lain dan dengan pola ideologi modern serta kolot untuk menyediakan sebuah kerangka yang kompleks bagi hampir semua perilaku keagamaan umat Islam yang berlaku di Mojokuto.


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 203 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi