Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Agama Jawa - Detail Buku
Halaman Ke : 205
Jumlah yang dimuat : 577
« Sebelumnya Halaman 205 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi
Arabic Original Text
Belum ada teks Arab untuk halaman ini.
Bahasa Indonesia Translation

BAB !! Perkembangan Islam di Mojokuto Wilayah Mojokuto dibuka sebagai pemukiman sekitar pertengahan abad ke-19. Mulanya ia memperoleh penduduk, terutama sekali dari empat daerah di Jawa, yaitu yang disebut wilayah Mataram di Jawa Tengah (termasuk di dalamnya keraton Yogyakarta dan Surakarta), daerah lembah Kali Brantas yang mengalir dari utara Mojokuto ke Surabaya (Kartosono, Mojoagung, Mojokerto dan Krian), dataran Kediri yang membentang seperti kipas ke selatan kota itu (ke arah Blitar, Tulungagung), dan pesisir utara Jawa (Gresik, Rembang, Kudus, Demak dan pulau-pulau Bawean serta Madura di Laut Jawa). Pola migrasi selalu merupakan persoalan statistik, tetapi kebanyakan priyayi awal Mojokuto (dan juga kebanyakan kaum abangan-nya) agaknya berasal dari Mataram. Sebagian besar penduduk abangan-nya berasal dari dua wilayah berikutnya, dataran Brantas serta Kediri. Sejumlah penduduk santri-nya mulanya berasal dari daerah pesisir utara, dengan satu pengecualian yang patut dicatat. Gelombang migrasi pertama dari daerah pantai utara terdi: atas para petani, sebagian berkelana, karena adanya disorganisasi sosial, tekanan ekonomi dan penindasan pemerintah sesudah perang Jawa antara tahun 1825-1830, serta karena pelaksanaan tanam paksa (Cultuurstelsel) oleh pemerintah kolonial di tahun 1830. Satu rombongan dengan sekitar 20 keluarga dari desa-desa Demak dan Kudus menetap di sebuah desa di kecamatan itu, persis di sebelah utara Mojokuto pada sekitar tahun 1860. Satu dasawarsa kemudian, mereka semua pindah, setengahnya mendirikan desa di timurlaut kecamatan Mojokuto dan yang setengahnya lagi membuka tanah di baratlaut kota itu. (Dua desa ini masih terkenal di wilayah Mojokuto, karena 10096 penduduk- nya santri dan menghasilkan sejumlah besar pemimpin politik Islam terkemuka, serta karena memiliki tanah yang paling subur dan paling


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 205 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi