Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Agama Jawa - Detail Buku
Halaman Ke : 211
Jumlah yang dimuat : 577
« Sebelumnya Halaman 211 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi
Tabel terjemah Inggris belum dibuat.
Bahasa Indonesia Translation

orang. Ikhtisar riwayat hidupnya, ditulis untuk kepentingan dinas semasa pendudukan Jepang, menyatakan bahwa ia mulai belajar mengaji secara teratur di rumah pada waktu berusia tujuh tahun dan ketika usianya sudah mencapai 11 tahun, ia tinggal, belajar serta bekerja di sebuah pondok yang jauhnya sekitar 80 kilometer dari sana.? Pada usia 13 tahun, ia berada di Mekkah—haji pertama dari dua kali naik haji yang pernah dilakukannya—dengan abangnya. Menurut riwayat hidup itu, ia belajar dari enam orang kiai dari berbagai daerah Jawa (Jepara, Banyumas, Jombang, Kediri, Kudus dan Pacitan) dan “oleh kehendak yang sukar dikekang”, ia juga mempelajari huruf Latin, matematika serta “pengetahuan umum”, yang kesemuanya bukan merupakan bagian dari pendidikan muslim tradisional pada masa itu. Setelah empat tahun di Mekkah, ia kembali ke Jawa, di mana ia bepergian untuk belajar di berbagai pondok di Madura, Kediri, Sidoarjo dan Surakarta, hingga 11 tahun kemudian ia mengikuti “gerakan rakyat” Sarekat Islam (SI). Sejarahnya, sesudah ini, terdiri atas cerita satu organisasi ke organisasi lain, satu dewan pimpinan ke dewan pimpinan lain dan dari satu kongres ke kongres lain. Pada 1921, ia terlibat dalam perjuangan antara SI-Merah lawan SI- Putih dalam tubuh partai, yang waktu itu keanggotaannya sudah mencapai 2.000.000 orang pada tingkat nasional (dan menurut pernyataan mereka, ada 3.000 anggota di Mojokuto), dimana kaum komunis nyaris berhasil dalam usahanya mengambilalih dan melumpuhkan partai itu. Pada 1924, ia mendirikan organisasi untuk melindungi para haji dari penipuan para calo karcis yang tak jujur dan calo-calo lain. Untuk itu, ia pergi ke Mekkah untuk kedua kalinya di tahun 1926, tepat sesudah Ibnu Saud yang Wahhabi itu menggulingkan Syarif Husein. Di tahun 1933, ia meninggalkan partai karena perselisihan pribadi dengan pimpinan dan ikut partai lain, tetapi beberapa tahun kemudian, ia kembali masuk ke partainya semula. Demi- kianlah, hal itu berlangsung sampai dua tahun pertama dari pendudukan Jepang, dimana ia tampak “beristirahat” untuk pertama kalinya dalam hidupnya—walaupun ia mengaku bahwa ia pergi ke masjid Mojokuto tiap hari Jum'at “untuk memberi nasihat kepada mereka yang sembahyang di sana dan menganjurkan mereka agar berjuang lebih keras dalam mencapai cita-cita mereka". Namun, sementara kebijakan Jepang yang lebih menyukai kelompok santri dibandingkan kelompok-kelompok lainnya menjadi lebih jelas, ia menerima jabatan pemerintahan boneka dan di situ daftar riwayat hidupnya diakhiri.


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 211 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi