Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Agama Jawa - Detail Buku
Halaman Ke : 213
Jumlah yang dimuat : 577
« Sebelumnya Halaman 213 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi
Arabic Original Text
Belum ada teks Arab untuk halaman ini.
Bahasa Indonesia Translation

pimpinan pusat partai. Namun kerusakan telah terjadi. Pegawai negeri serta para guru yang senantiasa takut-takut dalam menghadapi apa saja yang melibatkan militansi yang sejati, meninggalkan pergerakan itu. Kebanyakan pedagang yang tak mau main-main, jadi yakin bahwa partai itu telah menghabiskan waktu mereka yang berharga dengan melibatkan mereka dalam jaringan intrik yang tak tentu arah, mereka pun keluar dengan kesal. Karman, pemimpin komunis itu, mencoba merebut kekuasaan cabang dari Nazir, dengan menawarkan uang sogok kepada salah seorang pembantunya untuk menggeser dia, tetapi gagal. Ketika semuanya selesai, SI di Mojokuto menyusut menjadi hanya intinya saja, yang terdiri atas 30 orang. Tetapi inti itu betul-betul solid sekarang, diukur dari segi apa pun. Ia terdiri atas orang-orang santri sejati, ditambah lagi dengan semangat antikomunis yang menjiwai sebagian besar politik Islam sekarang. Jumlah yang sedikit itu mampu mengumpulkan Rp 1000 untuk membeli sebidang tanah di kauman Mojokuto, tepat di belakang masjid, di mana mereka mendirikan sekolah agama bergaya modern pertama, sebuah madrasah, di wilayah Mojokuto. Sebuah madrasah, berbeda dengan pondok, adalah sekolah yang sebagian waktunya digunakan untuk pelajaran agama dan sebagian lagi untuk pengetahuan umum. Ia mencerminkan sebuah percobaan untuk memodernisasi pendidikan Islam tradisional, untuk menggabungkan yang terbaik dari dua dunia itu, sekolah-sekolah negeri yang diatur dan diajar menurut tatacara barat dengan pondok mengaji Al Gur'an. Kompromi ini, yang nampaknya demikian moderat, menimbulkan badai protes dari ahli-ahli agama golongan tua di wilayah itu, yang melarang anggota-anggotanya berhubungan dengan lembaga yang sesat itu. Selain anak-anak anggota SI, hanya beberapa anak kalangan santri kota yang fleksibel dan anak- anak orang Arab saja yang mengikuti sekolah itu: sekolah itu kemudian memperoleh nama yang masih tertanam dalam benak kebanyakan penduduk kota—“sekolah Arab”. Kepopuleran Nazir di kalangan kelompok konservatif tidak bertambah ketika tak lama sesudah mendirikan sekolah, ia mulai membangun gerakan kepanduan Islam yang pertama di wilayah itu, menyelenggarakan kursus-kursus malam tentang Islam untuk perempuan di masjid Mojokuto dan mulai menuntut agar khotbah Jum'at di masjid yang waktu itu hanya merupakan tambahan bacaan berbahasa Arab dari imam, diterjemahkan ke dalam bahasa Jawa.


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 213 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi