Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Agama Jawa - Detail Buku
Halaman Ke : 216
Jumlah yang dimuat : 577
« Sebelumnya Halaman 216 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi
Tabel terjemah Inggris belum dibuat.
Bahasa Indonesia Translation

yatim, memulai kesebelasan sepakbola, mendirikan perkumpulan perempuan dan perempuan muda, serta memperkenalkan pengajian setelah sembahyang isya, dimana ceramah tentang masalah sosial dan keagamaan diberikan, kadang-kadang dengan penceramah yang diundang dari cabang-cabang di kota besar di Yogyakarta, Solo serta Surabaya. Mereka membagi-bagikan buku yang membawa pesan gerakan modernis, memulai beberapa pembaruan seperti menyelenggarakan sembahyang bersama di lapangan dan bukan masjid, pada hari Lebaran serta Maulud Nabi. Mereka tidak hanya menerjemahkan khotbah Jum'at, tetapi juga menerjemahkan Al Gur'an. Lebih menjengkelkan lagi bagi mereka yang termasuk dalam kelompok ortodoks yang kaku, mereka menganjurkan penggunaan yang luwes dari semua kitab hukum keempat mazhab dalam memutuskan sebuah perkara dan tidak hanya mendasarkan kepada kitab hukum Syafi'i saja. Mereka mengkritik penyelenggaraan slametan sebagai pemborosan yang lebih baik disalurkan kepada pekerjaan yang baik. Mereka menyerang upacara abangan dalam soal kematian, dengan mendalilkan bahwa Islam hanya membolehkan tiga hal dalam pemakaman, yaitu memandikan, mengkafani dan menguburkan mayat. Mereka juga menganggap praktik-praktik santri tradisional tertentu, seperti mengucapkan sebuah bacaan sebelum sembahyang untuk “menenangkan” hati sebagai heterodoks. Mereka mengumumkan bahwa orang yang masih terlibat dalam apa yang karena ketidaktahuan mereka, disebut praktik mistik Islam pasti akan berakhir di neraka. Mereka juga menyatakan bahwa sistem pendidikan pondok yang menyandarkan diri pada penafsiran sekunder dan pembacaan membabi buta terhadap ayat- ayat yang tidak dimengerti, adalah anakronisme zaman pertengahan. Singkatnya, mereka menyatakan bahwa, “kita mesti kembali kepada Al @Gur'an dan Hadis. Keduanya ini melupakan 'Sinar Kenabian”. Ia (seorang Arab kelahiran Indonesia, sekretaris pertama dan penggerak utama Muhammadiyah pada masa-masa awal) mengatakan bahwa ada lima orang yang memulai Muhammadiyah di kota ini: Mujito, penilik sekolah: Rakhmat Mussalam, seorang Arab juga, yang sekarang tidaklagi tinggal di Mojokuto: Haji Ustaz, pemilik toko: Akhmad Mukhlas dari keluarga penghulu, yang kemudian menjadi penghulu juga: dan Haji Kasim, Seorang pedagang. Pada awal mereka mulai, perlawanan terhadap organisasi itu keras sekali, khususnya dari kalangan kiai. Kaum muslim yang kolot menganggap Muhammadiyah sebagai agama baru yang


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 216 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi