Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Agama Jawa - Detail Buku
Halaman Ke : 236
Jumlah yang dimuat : 577
« Sebelumnya Halaman 236 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi
Arabic Original Text
Belum ada teks Arab untuk halaman ini.
Bahasa Indonesia Translation

yang menganggap agama hanya sebagian dari kehidupan dengan pola serta tujuan khususnya sendiri dan kurang lebih sama kedudukannya dengan bagian-bagian kehidupan lainnya, sehingga tidak perlu diberi pembenaran agama secara eksplisit. Akan tetapi, bagi kaum santri, yang terakhir inilah yang justru jadi persoalan: bagaimana kehidupan sekuler ini diberi pembenaran agama? Sementara kaum konservatif mempunyai kecenderungan menganggap Islam memberi arah yang memadai dan jelas dalam semua lapangan usaha manusia, dari urusan rumahtangga sampai politik, kaum modernis menunjukkan kesediaan yang lebih besar untuk membolehkan lembaga-lembaga sekuler bergerak cukup bebas dari detail-detail ajaran agama yang menghalanginya, asal saja dalam hubungan pokoknya dengan ajaran agama, tidak ada ketentuan yang jelas-jelas melarang atau mengutuknya. Saya berbicara sejenak dengan Rajat (seorang anggota NU). Ia berbicara tentang perbedaan NU dengan Masyumi serta mengatakan bahwa tujuan mereka sama, tetapi caranya berbeda. Misalnya, Masyumi dan NU menghendaki sebuah negara yang berdasarkan Islam, tetapi orang Masyumi berpendapat bahwa rakyat harus menyempurnakan negara sekuler ini terlebih dahulu, atau setidaknya, beberapa pemimpinnya harus berbuat demikian dan nanti mereka bisa menyatakan negara itu sebagai negara Islam: sebaliknya NU menghendaki Islam dulu, baru kemudian menyempurnakan negaranya.? Juga pimpinan NU, berbeda dengan Masyumi, terdiri atas para kiai dan orang-orang pondok, orang-orang yang pada umumnya tidak pernah sekolah samasekali, sementara pimpinan Mas, adalah orang yang berpendidikan. Juga NU lebih menitikberatkan pada masalah-masalah agama daripada masalah-masalah sekuler. Masyumi lebih menitikberatkan pada masalah-masalah sekuler daripada masalah-masalah agama. Sekalipun demikian, keduanya adalah umat Islam juga, yang jadi soal hanyalah penekanannya saja. Kecenderungan agama untuk memperluas wilayahnya mencakup yang duniawi, untuk menganggap segala sesuatu mempunyai signifikansi religius, malah lebih kuat pada tahun-tahun sebelum perang ketika memakai pakaian Barat oleh beberapa pemimpin konservatif dianggap sebagai kekafiran. Konon seorang kiai yang terkenal meminta (tetapi harus diakui, tidak berhasil) dalam salahsatu konferensi NU sebelum perang agar semua utusan tidak memakai dasi. Sekarang hal-hal seperti ini agak jarang terjadi, tetapi masih tidak mungkin untuk selalu


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 236 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi