Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Agama Jawa - Detail Buku
Halaman Ke : 237
Jumlah yang dimuat : 577
« Sebelumnya Halaman 237 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi
Arabic Original Text
Belum ada teks Arab untuk halaman ini.
Bahasa Indonesia Translation

meramalkan apa yang akan dianggap anti-Islam oleh seorang santri kuno. Bioskop, main kartu, walaupun tanpa taruhan dan mengenakan celana pendek dalam olahraga terutama bagi gadis-gadis, telah menimbulkan kegusaran kaum ortodoks beberapa tahun yang lalu. Islam Sinkretik versus Islam Murni Meskipun tampaknya mereka lebih saleh, kaum konservatif bersikap agak lebih fleksibel terhadap upacara-upacara kaum abangan di satu pihak dan kaum mistik priyayi di pihak lain. Namun, paradoksnya, fleksibilitas itu tidak menunjukkan adanya toleransi yang lebih besar: kaum konservatif akan lebih mungkin langsung menyerang praktik “kufur" kalangan bukan santri dibandingkan kalangan modernis yang lebih khawatir terhadap heterodoksi di kalangan umat sendiri daripada diluar. Fleksibilitas itu hanya merupakan sebuah pandangan yang lebih luas tentang apa yang dapat dianggap bersifat Islam, atau kalaupun tidak bersifat Islam, tidak cukup berbahaya untuk dilaksanakan secara sah oleh seorang muslim “sejati" tanpa merusak status keagamaannya. Mistisisme dapat diberi warna ortodoks dengan menerapkan aturan- aturan dari salahsatu persaudaraan Sufi (yakni sekte mistik Islam yang “ortodoks”): apabila makhluk halus yang dipanggil dalam slametan disebut jin dan kalau pembacaan Al Gur'an dilakukan di dalamnya, maka slametan ini paling-paling hanyalah merupakan pertemuan para tetangga yang menyenangkan, sebuah adat yang kecil artinya secara keagamaan dan karenanya, akan memalukan jika tidak diikuti. Karenanya, dalam lingkungan kaum kolot, tradisi slametan bergilir masih tetap berlangsung, hanya sedikit disempurnakan demi penghematan dan dengan lebih menonjolkan unsur-unsur Islam daripada unsur bukan Islam. Akan tetapi, di kalangan modern slametan seringkali menghilang samasekali. Perkawinan seorang santri modernis sering hanya terdiri atas upacara di kantor naib, pertemuan (pengantin perempuan seringkali memakai gaun putih 2 la Barat untuk menonjolkan sifat sekuler bagian upacara ini), sebuah khotbah Islam yang ditujukan kepada kedua mempelai oleh seorang saudara pria yang lebih tua dan sebuah resepsi. Pada kematian, seorang modernis yang baik mungkin hanya akan membelikan setengah lusin bangku baru untuk sekolah yang didirikan oleh kelompoknya dan dibaktikan untuk memperingati almarhum. Slametan kandungan dan kelahiran cenderung diabaikan


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 237 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi