Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
pernah mengatakan, “ijd is geld” (bahasa Belanda untuk: “waktu adalah uang”) dan kalau saya datang kita harus senantiasa berbicara tentang hal-hal penting, tidak sekadar omong kosong. Satu-satunya seni di samping membaca do'a yang tidak mereka anggap sebagai bentuk seni (dan ia menganggap bacaan kaum kolot yang panjang-panjang sebagai “tak ada gunanya" juga) dan disetujui kaum modernis adalah cerita moral untuk anak-anak. Cerita-cerita demikian menitikberatkan pada keutamaan kejujuran, hemat, kerja keras dan kebersihan, jelas sering dikisahkan dalam rumahtangga santri serta merupakan bagian yang penting dari pendidikan agama sang anak. Akan tetapi, bentuk-bentuk seni lainnya benar-benar sangat langka di kalangan modernis. Sebaliknya, tampak ada semacam penekanan pada olahraga, khususnya sepakbola dan bulutangkis, yang dibenarkan bukan karena kegembiraan yang dihasilkannya, tetapi karena fungsinya dalam pembentukan jasmani serta perawatan kesehatan. Di pihak lain, kaum konservatif yang juga kurang mempuny: minat pada wayang dan tari-tarian keraton, kebanyakan di sekitar sistem pondok, menciptakan kesenian yang cukup hidup yang diambil dari orang-orang Arab. Hal ini berlawanan dengan seni kaum priyayi yang dikekang oleh formalitas dan estetika puritan kaum modernis. Ada tiga bentuk seni: terbangan, sejenis nyanyian khusus yang panjang dan berasal dari Persia, dimana gendang-gendang kecil ditabuh serta sejarah nabi dinyanyikan, berganti-ganti dalam prosa berirama dan puisi (yakni dengan tabuhan dan panjang baris yang tetap): gambusan, sejenis Orkes Timur Tengah, terdiri atas alat musik petik (gambus, alat yang jelas dibawa dari Hadramaut) serta alat tabuh dengan berbagai ukuran Guga disebut terbang) sampai kepada musik tarian Arab untuk pria saja dan lagu-lagu sekuler Arab: dan ketiga, serangkaian adu kekuatan, kekebalan kulit dan pertunjukan “gulat" asli yang berpusat di sekitar tarian bela diri Indonesia yang terkenal, pencak. Terbangan biasanya diadakan di masjid, lazimnya pada hari Maulud Nabi dan hari-hari besar Islam lainnya yang berlangsung sekitar dua jam. Yang lebih singkat kadang-kadang diadakan pada malam Jum'at (yakni Kamis malam) dan pada khitanan atau perkawinan kalangan santri. Kaum modernis tidak saja cenderung merendahkan perayaan demikian sebagai kuno, tetapi juga menganggap pertunjukan demikian di masjid akan menodai kekeramatannya.