Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Agama Jawa - Detail Buku
Halaman Ke : 255
Jumlah yang dimuat : 577
« Sebelumnya Halaman 255 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi
Arabic Original Text
Belum ada teks Arab untuk halaman ini.
Bahasa Indonesia Translation

Sebagaimana kaum Unitarian dan Lutheran mendapatkan tempat dalam reformasi Kristen, kedua golongan itu juga cenderung tertarik pada reformasi Islam: dan kontras di antara kedua kelompok itulah yang didapati orang dalam dewan-dewan Masyumi Muhammadiyah. Kami berbicara tentang Usman (anak Nazir). Ia (informan itu, seorang Muhammadiyah yang masih muda) mengatakan bahwa Usman adalah yang paling intelektual di antara para pembicara mengenai soal-soal keagamaan di sekitar sini, ia selalu menggunakan bahan-bahan dari kitab- kitab sebagaimana layaknya seorang alim sejati. Pak Mul, yang paling sering berpidato tentang soal-soal keagamaan dalam Muhammadiyah, lebih praktis dan mengambil contoh-contoh dari kehidupan sehari-hari. Ketika saya tanya siapa yang dianggap sebagai pemimpin oleh orang- orang Muhammadiyah, ia menyebut “Ali (Ketua Masyumi: Wakil Ketua Muhammadiyah) dan Mul melakukan sebagian besar dakwah mengenai persoalan agama bersama Haji Mukhtar, yang bekerja di kantor naib. Dullah (seorang pemimpin Muhammadiyah), H. Ustaz (salah seorang pendiri Muhammadiyah dan salahsatu sumber dananya di Mojokuto), serta Iskak (Ketua Muhammadiyah) tidak begitu tahu tentang agama dan Anda jarang sekali mendengar mereka berbicara mengenai hal itu”. Jenis konflik yang khas terjadi dalam situasi semacam itu bisa dilihat dari laporan berikut, yang ditulis oleh anggota lain tim riset kami, tentang rapat komisi sekolah Muhammadiyah, dimana umumnya orang yang sama juga yang ikut serta, seperti disebutkan dalam catatan di atas dan berdiri dalam garis pendapat yang sudah bisa diduga mengenai suatu persoalan: Mereka membicarakan pemisahan antara anak laki-laki serta perempuan dalam berbagai kelas, akhirnya memutuskan tidak melakukan hal itu dan melanjutkan kelas-kelas campuran. Dalih untuk pemisahan itusepenuhnya didasarkan atas agama, kata Iskak, sementara dalih yang menentangnya dan kesulitan-kesulitan yang timbul bersifat praktis. Yang menentang pemisahan adalah Dullah, H. Ustaz dan Iskak: yang mendukung dipimpin oleh H. Mukhtar serta Mul. Salahsatu kesulitan praktisnya adalah lebih banyak anak laki-laki daripada perempuan, sehingga akan menimbulkan ketidakseimbangan. Juga, kata Iskak, akan berbahaya bagi pendidikan, karena persaingan berkurang dan hasil pendidikan akan berkurang. Katanya, lebih baik bagi anak laki-laki kalau anak perempuan juga terdapat dalam kelas sehingga mereka terpaksa harus bertingkahlaku di atas tingkat minimal, sementara kalau hanya mereka sendiri, akan lebih susah diatur—sebuah argumen yang lebih


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 255 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi