Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
bersifat ideologis daripada praktis yang cenderung membantah dasar perlunya pemisahan. Kemudian mereka memperbincangkan, apakah perintah agama itu mutlak atau hanya bersifat anjuran dan memutuskan bahwa perintah itu mutlak tetapi hanya sepanjang ada kemungkinan untuk dilaksanakan. Karena panggilan modernisme yang mendua ini, Muhammadiyah juga memperoleh keanggotaan tidak saja dari kalangan mereka yang tumbuh dewasa dengan latarbelakang santri yang sekarang merasakan perlunya penyesuaian dengan keadaan-keadaan yang berubah, tetapi juga dari kalangan mereka yang tumbuh di lingkungan bukan santri dan sesudah menjadi dewasa, mereka tertarik dengan Islam yang telah mengalami reformasi ini. Lagipula ada sebuah kecenderungan pada kedua kelompok ini untuk tidak mengasosiasikan diri mereka dengan santri desa yang tradisional. Malam itusaya pergi menemui Rakhmad (pimpinan sekolah menengah atas Muhammadiyah). Saya bertanya kepadanya, apakah orangtuanya santri dan ia mengatakan tidak. Ia tidak tahu apa-apa tentang Islam 'sebelum ia bekerja untuk Muhammadiyah. Ia lahir dan bersekolah di Jember serta pergi ke sebuah tempat di dekat kota itu, dimana sekolah Muhammadiyah berada dalam keadaan buruk dengan murid sedikit sekali dan tidak ada guru yang masih tinggal: ia ditawari apakah ia mau mengajar di sana. Ia berpikir bahwa ia akan mengajar sekadar untuk memperoleh pengalaman, tetapi ia semakin banyak terlibat di dalamnya hingga ia akhirnya menjadi seorang Muhammadiyah dan santri. Ia merasa agak kurang enak dengan istilah yang terakhir itu: ia mengatakan bahwa ia bukan santri sebagaimana santri desa yang biasa. 1a kemudian menjelaskan: “Anda tidak bisa menganggap orang-orang Muhammadiyah ini santri sekadar dengan menatap mereka sebagai- mana bisa dilakukan terhadap santri yang lain. Misalnya, saya tampak sebagaimana orang-orang lain, sebagaimana guru-guru lain. Zuhari (seorang guru agama yang masih muda dan merupakan keturunan pendatang dari Kudus di sekolah menengah atas Muhammadiyah: berasal dari latarbelakang santri yang kuat dan agak terpelajar dalam ilmu agama, tetapi sangat modernis), misalnya, sangat terpelajar dalam soalagama tetapi Anda tidak akan mengetahuinya hanya dengan melihat mukanya saja. Ia tampak biasa sebagaimana seorang muda modern”. Singkatnya, di kalangan kepemimpinan NU, konfliknya adalah antara kebutuhan untuk memenuhi tuntutan pengikut kolot dan