Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Agama Jawa - Detail Buku
Halaman Ke : 278
Jumlah yang dimuat : 577
« Sebelumnya Halaman 278 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi
Arabic Original Text
Belum ada teks Arab untuk halaman ini.
Bahasa Indonesia Translation

oleh salah seorang petani yang lebih kaya—maka terjadilah kristalisasi di kalangan umat yang suka berkumpul di masjid desa, menjadi jama'ah- jama'ah kecil sekitar 30 orang, terutama terdiri atas orang-orang dewasa yang telah belajar di pondok dan pulang untuk berumahtangga serta anak-anak mereka yang belum memasuki sekolah agama. (Namun, orang tidak harus pergi ke langgar yang terdekat dengan rumahnya: juga tidak ada kewajiban untuk selalu datang dengan sangat teratur melebihi kebiasaan yang berlaku di pondok). Demikianlah pembagian kerja keagamaan di kalangan umat Islam di pedesaan: anak orang kaya pergi ke Mekkah untuk menemukan apa arti dan bentuk Islam yang sebenarnya:? anak-anak yang menanjak dewasa pergi mengaji ke pondok-pondok para kiai yang disokong oleh seluruh anggota masyarakat, orang dewasa mengaji di langgar mereka dan mengajarkan kepada isteri serta anak-anak mereka tentang pokok- pokok ajaran Islam? dan menyambang semampu mereka, baik secara moril maupun materiil, kepada pemeliharaan agama Islam. Menurut ajaran Islam, ia (seorang muslim kota, yang dibesarkan di sebuah desa kecil) mengatakan, ada orang kaya dan ada orang miskin serta ada pula orang yang sedang-sedang saja dan ini adalah ketentuan Tuhan. Akan tetapi, yang kaya dan miskin punya kewajiban yang berlainan terhadap Tuhan. Yang kaya mesti memberikan uang antuk memelihara yang miskin. Mereka harus membayar zakat, memberi sedekah: ini adalah kewajiban yang sudah digariskan dan mereka tidak punya pilihan lain apabila mereka benar-benar seorang muslim yang baik. Mereka tidak boleh melalaikan kaum miskin. Mereka harus mendidik kaum miskin, membangun masjid, pondok dan sebagainya. Yang miskin mempunyai tugas lebih ringan kepada Tuhan. Mereka harus bersembahyang, bersikap sabar, serta menerima pertolongan dari mereka yang lebih banyak uangnya dan harus bekerja keras. Namun, mereka tidak bisa diminta memberi sokongan untuk pembangunan masjid dan pondok. Ia sendiri tidak menganggap hal ini sulit. Kalau sebuah masjid dibangun, ia tidak diminta menyokong dengan uang, tetapi sekadar menyumbangkan tenaganya, mengecat dan semacamnya. Akan tetapi, ia sendiri tidak sedemikian melaratnya sehingga ia tidak bisa berbuat apa-apa kecuali menerima. Ya, katanya sambil tertawa kecil, ia menganggapnya ringan: dan ia tampaknya berpikir bahwa itu merupakan kedudukan yang paling baik—tidak terlampau kaya sehingga tidak dikenai 2akat yang berat dan tidak terlampau miskin sehingga menderita kekurangan dan harus menerima sedekah. Ia mengatakan bah- wa satu-satunya tanggungjawabnya hanyalah isteri dan anak-anaknya,


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 278 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi