Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Agama Jawa - Detail Buku
Halaman Ke : 281
Jumlah yang dimuat : 577
« Sebelumnya Halaman 281 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi
Tabel terjemah Inggris belum dibuat.
Bahasa Indonesia Translation

yang diikat dengan tali yang dipisahkan dalam tiga kelompok, masing- masing terdiri atas 33 biji dengan biji putih sebagai penyeling. Penganut mistik memegang tasbihnya di tangan serta memutarnya dan tanpa menggunakan suara, mengulang-ulang kalimat suci seperti Allahu Akbar (“Tuhan Maha Besar”) sampai 33 kali (tiba pada biji yang putih), kemudian berganti dengan kalimat suci yang lain. Hal yang sama bisa dilakukan tanpa tasbih dengan menghitung tiga hitungan pada tiap jari tangan dan dengan demikian mendapat 30 hitungan dengan kedua belah tangan, lalu menambahnya dengan satu jari lagi supaya menjadi 33. 'Sekte mistik semacam ini telah merosot jumlahnya sejak bangkitnya modernisme yang menentangnya dengan keras, tetapi mereka tidak musnah samasekali. Ada satu sekte di desa tempat saya tinggal dan kabarnya ada beberapa lagi di desa-desa pegunungan di sebelah timur. Ada sebuah sekte yang sangat besar dengan anggota yang katanya mencapai 900 orang, sekitar 48 kilometer ke utara dan satu lagi yang baru dibuka di kecamatan sebelah barat pada masa perang. Namun, dibandingkan dengan situasi pada tahun-tahun sebelum bangkitnya modernisme, ketika setidaknya ada selusin pondok seperti itu di wilayah Mojokuto, jelas sufisme sudah sangat lemah di Jawa. Salahsatu faktor paling menentukan hilangnya kekuatan sekte-sekte mistik di Jawa adalah pembersihan Mekkah oleh kaum Wahhabi di bawah Ibnu Saud pada 1920-an: Ketika saya menanyainya (seorang haji tua, tetapi bukan kiai) tentang Kiai sufi yang ada di dekat saya, ia mengatakan bahwa maksud orang ini adalah untuk menanamkan di hati mereka bahwa Tuhan itu ada.... Ia mengatakan bahwa para murid berharap memperoleh berkah sebagai balasan atas kesalehan serta ketundukan mereka kepada sang ki sementara kiai itu mengharapkan agar para murid takut dan ta'at sepenuhnya kepadanya. Para murid percaya kalau mereka melakukan dosa, mereka bisa meminta kiai mendo'akan mereka dan kemudian kiai ituakan berdo'a kepada Nabi Muhammad dan Nabi Muhammad akan berdo'a kepada Tuhan. la mengatakan bahwa ketika ia pertama kali tiba di Mekkah pada 1921, ada sebuah tempat dengan seonggok batu di tengah kamar dan orang datang ke sana setiap Selasa untuk menghitung tasbih, tetapi ketika kembali ke sana pada 1930, keum Wahhabi telah datang ke situ di bawah pimpinan Ibnu Saud dan membersihkan mereka semua. Ibnu Saud mengatakan bahwa praktik serta kepercayaan mereka tidak berasal dari Al Gur'an dan Hadis serta menantang mereka untuk membuktikan dalam waktu tiga bulan bahwa hal itu memang berasal


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 281 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi