Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
dari Al Guc'an dan Hadis atau menjalani hukuman. Karenanya, mereka meninggalkan Mekkah. Dari Pondok ke Sekolah: di Mojokuto istem Pendidikan Santri Kemenangan Ibnu Saud memberikan sentakan positif kepada aspek-aspek pembaruan Indonesia lainnya, terutama sekali pada gerakan bersekolah, yang mengalami kemajuan pesat sesudah 1924. Dari semua pembaruan yang diperkenalkan kaum modernis, gagasan tentang sekolah yang dirancang menurut model Barat mungkin merupakan yang paling keras ditentang oleh kaum kolot dan yang paling ditolak mentah-mentah: karena dengan memukul sistem pondok sekolah- sekolah demikian memukul akar kekuasaan kiai yang terdalam. Akan tetapi, waktu, pemuda serta “Semangat zaman” berada di pihak kaum modernis. Mereka mampu melemahkan efektivitas tuduhan “kafir” yang biasa dilontarkan kiai kepada “sekolah bumiputra” zaman kolonial dan kini dilontarkan terhadap kaum modernis dengan konstruksi yang hati-hati dalam program mereka. Mereka mengusulkan agar sekolah- sekolah itu didirikan menurut model Belanda serta pengajaran Barat, dengan papan tulis, penggaris, buku pelajaran dan semua perlengkapan pendidikan Barat lainnya, tetapi sekolah-sekolah itu harus tetap berada di bawah pengawasan lembaga-lembaga privat Islam. Mereka mendesak agar anak laki-laki maupun perempuan memperoleh pendidikan, tetapi sependapat bahwa sekolah untuk lelaki dan perempuan harus terpisah. Mereka mengajukan perlunya jadwal sekolah yang teratur selama sekian jam sehari, tetapi sependapat untuk menetapkan hari Jum'at dan bukan hari Minggu, sebagai hari libur. Walaupun mereka mendesakkan perlunya pengajaran mata pelajaran modern dengan cara-cara modern, mereka memasukkan Islam sebagai sebuah mata pelajaran modern dan membuatnya menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kurikulum sekolah. Hasilnya adalah bahwa pada 1953-1954 di Mojokuto, gagasan tentang sekolah, kalau bukan bentuknya, telah masuk hampir ke mana- mana. Orang akan menjumpai beraneka tipe lembaga pendidikan: pondok murni yang tidak mengenal kompromi serta tidak memberi ruang kepada teori pendidikan moderni persaudaraan mistik yang tidak peduli kepada ketidaksetujuan umum kepadanya, bahkan dari kalangan