Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Agama Jawa - Detail Buku
Halaman Ke : 300
Jumlah yang dimuat : 577
« Sebelumnya Halaman 300 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi
Tabel terjemah Inggris belum dibuat.
Bahasa Indonesia Translation

umum yang memadai kepada umat Islam dan telah membuat (paling tidak di Mojokuto) sebuah usaha swasta yang tak kenal lelah untuk berbuat sesuatu di tingkat lokal dalam menangani masalah sosial yang dihadapi masyarakat Indonesia pada zamannya, kecenderungan mereka untuk meniru sistem sekolah negeri yang dominan dengan segala kekuatan dan kelemahannya menjadikan usaha mereka kurang efektif dibandingkan dengan kalau mereka tidak melakukan hal itu. Lagipula, dengan meniru sekulerisme sekolah negeri, mereka mengurangi daya tarik mereka bagi umat Islam sehingga akibatnya, mereka terjebak di tengah. Tanpa adanya dana untuk menaikkan kualitas pengajaran mereka ke tingkat sekolah negeri, mereka tidak akan mampu menarik murid-murid non-santri di perkotaan yang berminat pada pendidikan modern gaya Barat yang memadai dari sekolah-sekolah negeri. Tanpa pengajaran agama yang cukup, mereka cenderung menjauhkan kalangan yang lebih ortodoks di barisan mereka sendiri yang siap berkompromi dengan dunia modern, tetapi belum menyerah kepadanya. Lagipula, dengan meniru perhatian sekolah negeri terhadap hal- hal yang sebagiannya memang merupakan keharusan dan kurang memperhatikan masalah yang perlu mereka tangani sendiri secara agak lebih mendasar, mereka sejauh ini tidak berhasil mensintesiskan metode pendidikan Barat yang secara intelektual lebih efektif dengan orientasi praktis-keagamaan dari sistem pondok yang kuno. Yang terakhir ini, dengan segala kekurangan ideologisnya, justru lebih terintegrasi dengan masyarakat tempat ia tumbuh dan sekurang-kurangnya menanamkan kepada para murid, luhurnya kesederhanaan, arti moral dari keringat yang jujur serta kewajiban hampir seluruh masyarakat tani untuk bekerja sendiri baik di ladang maupun dalam memproduksi barang manufaktur sederhana. Perpaduan demikian bisa memberikan alternatif sejati dari jenis pendidikan yang menghasilkan pegawai kerah-putih bergaya pengacara-terpelajar yang kepadanya sistem sekolah negeri tampaknya berkomitmen dan bukan hanya menjadi jiplakan buruk. Harus diakui, pertimbangan-pertimbangan ini samasekali tidak dilalaikan oleh pimpinan atas Muhammadiyah. Ketika saya berada di Yogyakarta, Pimpinan Pusat Muhammadiyah bekerjasama dengan Departemen Agama, sedang berusaha mendirikan sebuah sekolah percobaan, dimana para murid akan menggunakan sepertiga dari jam belajarnya untuk belajar agama, sepertiga lagi untuk pelajaran umum dan sepertiga sisanya untuk bekerja di industri kecil mempelajari cara


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 300 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi