Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Agama Jawa - Detail Buku
Halaman Ke : 308
Jumlah yang dimuat : 577
« Sebelumnya Halaman 308 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi
Arabic Original Text
Belum ada teks Arab untuk halaman ini.
Bahasa Indonesia Translation

Wakafbiasanya diberikan oleh donor kepada kiai setempat atau kadang- kadang kepada naib yang dengan demikian menjadi pelaksana (ngjir), tetapi bukan pemilik karena pemberian itu dianggap milik Tuhan. Wakaf tidak kena pajak, tetapi pemerintah menghendaki agar semua hasil wakaf—misalnya, kelapa yang berasal dari kebun waka/—dicatat oleh kantor naib, begitu pula dengan semua pengeluaran untuk memperbaiki gedung dan semacamnya, untuk mencegah penyalahgunaan wakaf oleh ngjir yang tidak jujur. Najir mengangkat penggantinya sendiri sebelum ia meninggal. Beberapa masjid, langgar, madrasah, pondok dan sekolah-sekolah Islam di wilayah itu adalah wakaf, beberapa dengan wakaf sawah untuk membantu pembiayaan. Wakaf yang luas dan ekstensif yang mencapai ribuan meter persegi atau berjumlah besar dalam nilai uangnya tidak ada di sekitar Mojokuto. Walaupun pengawasan naib terhadapnya lebih bersifat teoretis daripada nyata, tak terlihat adanya penyalahgunaan sistem itu sebagaimana terjadi di beberapa negara Islam lainnya. Untuk sebagian besar, pengorganisasian ibadah haji ditangani langsung dari kantor kabupaten, sementara Kenaiban hanya mengurus statistik mengenai jumlah haji," memberikan keterangan mengenai prosesnya dan sebagainya. Ibadah haji diatur dengan cermat dari awal sampai akhir oleh Departemen Agama. Calon haji hanya membayar persekot (Rp 7.300 pada 1954) ke departemen itu yang mengurus segala sesuatunya termasuk karcis kapal dan sewa kamar di Mekkah, bahkan pemberian uang saku kepadanya karena seluruh perjalanan yang tiga bulan itu direncanakan secara terperinci oleh pemerintah. Diperlukannya pengaturan ini sampai tingkat tertentu tampak dari deskripsi seorang informan haji tua yang disampaikan kepada saya, tentang situasi yang terjadi pada masa Belanda. la mengatakan bahwa ada banyak calo tiket, baik orang Arab maupun Jawa, yang sering menipu orang. Mereka menjual tiket kapal kepada petani yang akan pergi naik haji dan mengambil untung besar darinya. Kalau harga tiket kapal itu Rp 550, maka mereka akan mengatakan kepada petani itu bahwa harganya adalah Rp 575: dan karena petani itu tidak tahu apa-apa, ia sepenuhnya bergantung pada belaskasihan calo yang tak jujur itu. Celakanya lagi, sekali petani itu berada di bawah kekuasaan calo seperti ini, calo itu akan terus memerasnya untuk memperoleh tambahan uang lagi. Jadi, bilamana calon haji itu tiba di Surabaya, ia mungkin menemukan bahwa ia harus membayar lima


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 308 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi