Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Agama Jawa - Detail Buku
Halaman Ke : 311
Jumlah yang dimuat : 577
« Sebelumnya Halaman 311 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi
Tabel terjemah Inggris belum dibuat.
Bahasa Indonesia Translation

terdidik, semua ini terjadi pada saat Indonesia sedang membangun negaranya. la mengutip beberapa ayat berbahasa Arab dari Al Gur'an dan menerjemahkannya untuk menunjukkan bahwa Tuhan tidak menyukai perceraian yang serampangani dan menurutnya, sejalan dengan ini, KUA sedang berusaha keras untuk membina perkawinan yang benar-benar merupakan “pernikahan sejati" yang abadi. Ia mengatakan bahwa mereka telah memperoleh beberapa kemajuan, tetapi keadaan masih buruk. “Tahun lalu, sebelum mereka memulai propaganda ini, ada 800 perceraian dari tiap 1.000 perkawinan dan sekarang angka itu telah turun menjadi 500 dari 1.000. (Angka ini dilebih-lebihkan, tetapi hanya sedikit: tingkat perceraian di Jawa sangat tinggi). Jelas kita memerlukan lebih banyak diplomasi dalam perkawinan, katanya dan orang yang akan menikah harus benar-benar menginginkannya.... Agaknya ia mempersalahkan semua kegagalan perkawinan (barangkali karena ia berbicara di depan hadirin yang semuanya pria) pada laki-laki yang tidak tahu kewajiban dan seterusnya.... la memberikan beberapa contoh tentang kelalaian kaum pria yang diambil dari pengalamannya dalam Kenaiban sebagai hal-hal yang harus dihindari. Pertama adalah tentang seorang pria yang pergi menonton bioskop selagi isterinya melahirkan. Katanya, inilah caranya cinta menghilang. Kedua, tentang laki-laki yang tak mau membantu pekerjaan isterinya yang terlampau berat. Kalau pekerjaan isteri terlalu berat,halini bisa mengakibatkan perceraian: dan laki-laki tak boleh punya anggapan yang terlalu ketat mengenai apa yang benar-benar merupakan tugasnya dan apa yang merupakan tugas isterinya, tetapi harus membantu isterinya kalau isterinya kewalahan. Ketiga adalah mengenai seorang laki-laki di dusun yang menjual panennya, tetapi tidak membawa pulang uangnya, lalu membeli sarung untuk dirinya sendiri yang menyebabkan isterinya marah karena ia tidak berembug dulu dengannya.... Kemudian, ia melanjutkan dengan pendaftaran perkawinan dalam KUA. Ia menyebut nomor UV nasional yang terkait dengan hal ini dan mengatakan bahwa karena Indonesia akan menjadi negara hukum, maka rakyat harus ta'at kepada UU. Hanya dua agama yang sudah diterima oleh Departemen Agama, yaitu Islam dan Kristen: yang lain belum diakui. Kalau sebuah perkawinan tidak dicatat di KUA, pasangan itu hidup bersama dalam dosa: begitu pula, perkawinan yang hanya berdasarkan persetujuan kehendak (“Saya mau”—“Saya juga mau”) dianggap berdosa. Ketiadaan pendaftaran mengarah kepada hal-hal lain, seperti misalnya, seorang laki-laki mempunyai banyak isteri di berbagai tempat karena tak ada jalan untuk memeriksanya. Siapa yang jadi korban? Kaum perempuan kita. Akan tetapi, mediasi utama kepentingan Departemen Agama ke desa-desa dilakukan oleh modin. Modin dipilih untuk seumur hidup oleh sesama warga desa. (Untuk memenuhi syarat pencalonan, ia wajib


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 311 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi