Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
meletakkan dasar-dasar mereka dalam negara. Ketika berkuasa, mereka tentuakan memperhatikan pengikut mereka sendiri. Seorang mungkin memiliki anak angkat, tetapi ia akan selalu lebih menyukai anaknya sendiri, betapapun jujurnya dia. Karenanya, masing-masing kelompok berusaha membuat ideologi dan orang-orangnya berkuasa. Saya setuju dengan ini, tetapi saya katakan bahwa mungkin tak akan ada satu kelom- pok yang menang secara mutlak, sehingga bisa mengabaikan kelompok in: dan ia berkata, “ya, memang demikian, minoritas memiliki juga. Namun, sebuah Negara Islam akan melindungi mereka", (Ia menyebutkan bahwa walaupun orang Kristen menginginkan pemisahan Gereja dan Negara," kalau terjadi sesuatu seperti pengislaman orang- Orang Kristen secara paksa di Sulawesi, mereka ingin agar negara berbuat sesuatu mengenai hal ini). Kalau dua orang mencalonkan diri dalam pemilihan, pihak yang kalah masih bisa menyebarkan ideologinya, tetapi orang yang terpilih adalah yang memerintah. Itu seperti toko saja. Orang di sebelah saya bisa saja mengatur usahanya dengan cara yang berbeda dari saya dan itu terserah dia, tetapi di toko saya, saya mengatur segala sesuatu menurut cara saya sendiri. Maka kalau orang santri menguasai negeri ini, mereka akan mengaturnya menurut caranya, yakni akan ada sebuah Negara Islam. Pandangan politik bahwa “kalau kami menang, ini adalah negara kami" ada di hampir semua kalangan partai, baik santri maupun bukan santri: dan salinan pernyataan berikut yang berasal dari seorang anggota Masyumi lokal, bisa dibandingkan dengan kutipan dari orang NU di atas. Ia berbincang sekadarnya mengenai Negara Islam, mengatakan bahwa beberapa orang takut hal itu akan berarti mereka tidak boleh judi, minum minuman keras atau mengadakan slametan dan akan dipaksa bersembahyang. la mengatakan tidak demikian, bukan demikian artinya, hal itu hanya memiliki arti bahwa hukum yang berlaku adalah hukum Islam. (Seperti hampir setiap orang lain yang saya ajak berbicara mengenai masalah ini, ia hanya bisa menyebut satu contoh, yakni pemotongan tangan pencuri). la mengatakan bahwa pemerintah akan merupakan pemerintah Islam yang sah serta cocok untuk dipatuhi baik dalam urusan keagamaan maupun duniawi. Saya bertanya, apakah Departemen Agama bukan pemerintahan itu untuk sementara waktu dania mengatakan (dengan keliru) “Belum, belum lagi, itu hanya sebuah departemen”. la mengatakan bahwa nanti dalam Negara Islam, Menteri Agama akan menjadi Perdana Menteri (gagasannya sendiri, bukan politik Masyumi). Kata saya: “Tapi, bukankah mereka yang bukan santri akan memberontakjika Anda mencoba hal ini?" Jawabnya: “Begitulah caranya