Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Agama Jawa - Detail Buku
Halaman Ke : 330
Jumlah yang dimuat : 577
« Sebelumnya Halaman 330 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi
Arabic Original Text
Belum ada teks Arab untuk halaman ini.
Bahasa Indonesia Translation

Selama kurang lebih lima menit, sembahyang itu berakhir, tetapi orang di depan masih mengaji dengan keras dalam bahasa Arab. Kemudian, baru saya ketahui bahwa itu adalah khotbah, yang sebelumnya saya kira hanyalah sebuah sembahyang lain, sementara umat yang lain duduk dan menanti. Sesudah barangkali 20 menit, khotbah pun selesai, lalu mereka semua bersembahyang, tetapi kali ini semuanya bersama-sama geraknya. Setelah ini selesai, sebagian besar orang pergi, yang lain duduk di sana berdiam diri atau meneruskan pengajian tak terorganisir yang sudah berlangsung sebelum sembahyang itu dimulai. Amiri duduk di sana sejenak dan sesudah kurang lebih 10 menit, kami keluar dan menyeberang jalan untuk menemui seorang temannya.... Persoalan apakah khotbah harus diterjemahkan atau tidak masih merupakan masalah yang hangat. Kebanyakan masjid konservatif enggan melakukannya dan selalu menggunakan khotbah berbahasa Arab yang ditulis bertahun-tahun yang lalu oleh seorang kiai Jawa yang termasyhur dari Semarang. (Masjid Mojokuto, sekarang didominasi oleh NU, tetap menerjemahkan khotbah-khotbah-nya yang telah diperkenalkan oleh Muhammadiyah pada masa sebelum perang). Khotbah berbahasa Jawa yang distensil oleh Jawatan Penerangan Agama disebarkan ke semua masjid yang pengurusnya mau menggunakannya, tetapi hanya sedikit yang melakukannya. Mereka yang mau menyampaikan khotbah yang diterjemahkan ingin menyampaikan pokok-pokok pikiran yang lebih politis karena sekarang materi khotbah itu cenderung berkisar di seputar masalah-masalah sosial dan politik yang sama banyaknya dengan soal- soal keagamaan. (Sebetulnya ada perbedaan pendapat yang hebat di parlemen sewaktu saya berada di Indonesia mengenai penggunaan masjid untuk maksud politik oleh Masyumi dan NU). (Informan ini adalah imam Mojokuto). Imam, katanya, adalah orang yang memimpin sembahyang, tetapi di Kantor Urusan Agama tugasnya lebih luas. Pertama-tama ia bertugas berkhotbah di sini, di masjid, pada hari Jumv'at. Ada empat orang khotib (dua orang NU, seorang Masyumi dan seorang Arab, yang terakhir masih menyampaikan khotbahnya dalam bahasa Arab) yang bergiliran dari minggu ke minggu serta mereka membuat khotbah mereka sendiri. la mengatakan, khotbah itu tidak hanya mengenai agama, tetapi tergantung kepada keadaan dan kadang-kadang tentang politik. Khotbah yang diberikannya minggu lalu adalah mengenai komunisme, mengingatkan umat agar tidak percaya kepada kaum merah bila mereka mengatakan proagamai katanya, ia menjaga santri yang kurang terpelajar dari pengaruh propaganda komunis... Ia mengatakan, sebentar


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 330 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi