Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
serta variasinya yang terperinci, ditemukan dalam konteks priyayi. Begitu pula, karena hal itu telah ditarik dan diintegrasikan ke dalam gaya hidup ningrat secara umum sampai tingkat tertentu dan dengan enggan dilihat oleh anggota masyarakat lain bahkan sektor santri sebagai model sejati kehidupan yang beradab. Walaupun orientasi priyayi dan abangan, dari segi isi budaya, untuk sebagian hanya merupakan versi halus dan kasar dari masing- masing, keduanya diorganisasikan di sekitar tipe struktur sosial yang agak berbeda serta mengungkap jenis-jenis nilai yang sangat berbeda, perbedaan yang oleh Cora Dubois diberi ciri-ciri berikut ketika ia berbicara tentang wilayah-budaya Asia Tenggara: Ini adalah sebuah kelas (kaum ningrat) yang etosnya sangat berbeda dari petani. Ia melihat hidup dalam pengertian hirarki dan kekuasaan, bukan dalam pengertian demokrasi komunal yang sederhana: dalam pengertian hak istimewa serta bukan kewajiban timbal-balik, dalam pengertian pamer dan pembesaran diri, bukan pemenuhan kebutuhan hidup dan kewajiban komunal.: Dengan demikian, selagi orang menelusuri pola priyayi ke bawah, pola itu cenderung bergeser dengan signifikan ketika mendekati kon- tekssosial abangan. Praktik mistik cenderung berubah menjadi praktik perdukunan: panteisme yang kabur serta abstrak meluangkan jalan bagi politeisme yang hidup dan konkret: minat kepada pengalaman keagamaan individual digantikan oleh minat kepada ketimbalbalikan keagamaan dalam kelompok. Ini berlaku pula bagi hal-hal yang menjadi akibat wajarnya: slametan abangan menjadi pesta resepsi priyayi. Walau bagaimanapun, meski priyayi dan abangan dalam banyak hal memiliki persamaan pandangan dunia serta mempunyai banyak barang keagamaan yang serupa tetapi etika yang dapat disimpulkan dari pandangan hidup yang menjadi dasarnya dan yang hendak dilambangkan oleh barang-barang keagamaan itu, agak nyata berbeda. erati versus Inteligensia Dalam kelompok priyayi, ada semacam perbedaan yang bisa dibandingkan dengan perbedaan konservatif-modern yang telah diuraikan dalam hubungannya dengan abangan dan santri. Perbedaan itutampaknya sejalan dengan perbedaan yang dibuat oleh Redfield yang