Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Agama Jawa - Detail Buku
Halaman Ke : 366
Jumlah yang dimuat : 577
« Sebelumnya Halaman 366 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi
Tabel terjemah Inggris belum dibuat.
Bahasa Indonesia Translation

Ketidaklangsungan sebagai tema perilaku priyayi dan perilaku orang Jawa pada umumnya sudah dijelaskan di sini beberapa kali. Saya telah mengutip pepatah “melihat ke utara untuk mengenai yang di selatan” dan menceritakan percakapan luarbiasa yang terjadi ketika keluarga pengantin laki-laki meminta pengantin perempuan dari keluarganya untukanak mereka. Saya telah mengutipkisah naib Mojokuto tentang kiai pada masa lalu yang tak pernah secara terang-terangan mencerca orang bila mereka salah, tetapi mengisahkan cerita-cerita sederhana yang bisa ditangkap maksudnya oleh para pendengar tanpa merasa tersinggung. Kita harus menangkap rasa, makna yang sebenarnya, dari ucapan orang, demikian yang selalu ditekankan oleh para informan karena orang-orang alusseringkali tidak suka mengatakan apa yang ada dalam pikiran mereka. Kekasaran bukan watak yang terpuji dan ketika orang tiba pada maksud yang sesungguhnya dalam sebuah model percakapan priyayi yang baik, setiaporang seharusnya sudah menyadari apa yang hendak dikatakan oleh seseorang, Seringkali orang tidak perlu mengutarakan maksud pembicaraan yang sebenarnya—suatu hal yang sangat melegakan bagi semua Orang. Salah seorang informan priyayi saya ingin menceraikan isterinya, tetapi ia berpikiran tidak patut bagi seorang yang berkedudukan seperti dia untuk langsung pergi dengan berani ke kantor naib dan menghilangkan “gaya kampungan” isterinya. Sebaliknya, ia diam-diam mempertajam percekcokan laten antara isterinya dengan mertua dari mendiang isteri pertamanya yang tinggal di sebelah. (Ia tinggal di tanah mendiang isterinya). Pertentangan antara dua perempuan itu sampai kepada titik dimana isterinya yang mulai melihat suaminya tidak lagi memihak kepadanya (walaupun ia tidak mengatakan apa-apa kepadanya serta berlaku seolah-olah segala sesuatunya normal seperti sediakala), tak lagi sanggup menahannya dan pergi ke kota untuk minta cerai sendiri. Sang suami kemudian muncul di depan naib dan para tetangga sebagai pihak yang terluka dan berbaik budi menceraikan isterinya. Sebuah keme- nangan, katanya kepada saya, dari sebuah perilaku alus. Situasi lain yang serupa terjadi dimana seorang isteri yang merasa tidak senang bukan terutama kepada suaminya, melainkan kepada saudara-saudara iparnya yang terpaksa ditumpanginya, memaksa suaminya pindah tanpa memintanya dengan terusterang. Suatu hari, suaminya tiba-tiba menemukan sebuah kartu pos di rumah yang berbunyi, “Saya tak tahan lagi di sini. Kalau suami saya tak mau


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 366 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi