Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Agama Jawa - Detail Buku
Halaman Ke : 410
Jumlah yang dimuat : 577
« Sebelumnya Halaman 410 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi
Arabic Original Text
Belum ada teks Arab untuk halaman ini.
Bahasa Indonesia Translation

Namun bagaimana halnya dengan Semar, tokoh Jawa asli (yang tidak ada dalam epos India yang asli dan tentu telah dimasukkan ke dalam kisah itusesudah ada di Jawa) dimana banyak pertentangan tampak bertemu, tokoh yang sekaligus dewa dan pelawak, makhluk halus penjaga manusia dan pelayannya, tokoh yang di bagian dalamnya paling sempurna secara rohaniah tetapi ke luar tampak paling kasar. Semar dikatakan sebagai keturunan “Sang Hyang Tunggal” (yakni Tuhan), kakak tertua Batara Guru. Batara Guru menjadi raja para dewa—Wisnu, Brama, Kala—yang patuh kepadanya, tetapi Semar menjadi manusia—seorang laki-laki yang gemuk, aneh dan jelek, penuh dengan omongan kasar, kebodohan- kebodohan yang lucu serta kebingungan yang meriah. Setidaknya, inilah versinya yang murni: akan tetapi, sinkretisme, kebutuhan untuk menyesuaikan dengan hal-hal baru dan keanehan dalam tradisi lisan kadang-kadang mengubahnya sedikit. Anak dalang itu mengatakan bahwa pada mulanya, Pulau Jawa seluruhnya hanyalah hutan serta penuh dengan makhluk halus. Kemudian, manusia datang dan membabat hutan serta mendesak makhluk halus itu, tetapi masih banyak juga yang tinggal. Dalang itu mengatakan bahwa ia tidak bisa menceritakan makhluk halus itu kepada saya karena ia belum pernah melihatnya dan tidak bisa menjelaskan hal-hal emacam itu kepada saya. Jelas ia teringat pada cemoohan yang ia terima sebelumnya dari orang-orang Barat mengenai soal ini. Ketika saya katakan, “Tidak, Anda tidak bisa melihatnya, tetapi Anda bisa melihat orang yang dirasuki oleh mereka dan Anda bisa merasakannya”, ia mengatakan, “Kalau Anda berpendapat begitu, maka saya bisa mene- rangkannya kepada Anda. Kalau Anda bersikap skeptis, maka Anda tak bisa mengetahui apa-apa mengenai hal itu: Anda tidak akan mengerti apa yang saya katakan”. Anaknya mengatakan bahwa semua manusia adalah keturunan dari dua orang saja. Karena itu, mereka semua sama dan tidak boleh berkelahi, tetapi kadang-kadang mereka melupakan hal ini. Dalang itu setuju dan memberikan silsilah berikut kepada saya: Nabi Adam menikah dengan Babu Kawa (Hawa) lalu mempunyai anak Nabi Sis dan Sayang Sis (Semar) Nabi Sis kemudian menurunkan semua nabi, seperti Nabi Ibrahim, Nabi Nuh, Nabi Muhammad dan Nabi Isa: orang-orang Barat merupakan keturunan dari nabi-nabinya (Bangsa Arab dari Nabi Muhammad,


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 410 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi