Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
akan membawa kepada pengetahuan, melainkan justru meracuni rohani. Tiap kata, tiap ekspresi mesti diambil satu persatu menurut urutannya yang benar, sehingga makna sebenarnya, yang selalu samar- samar dan sukar dipahami, sebagaimana juga batin yang selalu samar- samar serta sukar dipahami, dapat ditangkap sebagian. Perilaku lahir, dimana bahasa (sebagaimana juga musik, tari dan sandiwara) adalah satu bagian, menutupi batin. Jadi, hanya mereka yang mengkaji lahir dengan sabar serta tertib dapat memilih dan mendapatkan : "rasa” yang tertutupi secara halus melaluinya. Untuk contoh sinom, saya tidak mengambil bait dari informan Mojokuto, meskipun ia menulis sajak sinom yang panjang, saya akan mengambil yang termasyhur di antara semua tembang, yang hampir setiap orang mengetahuinya dan bisa kita dengar dinyanyikan oleh setiap orang dari tukang becak sampai wedana: Amenangi jaman €dan Ewuh-aya ing pambudi Melu €dan ora tahan Yn tan melu anglakoni Nora keduman melik Keliren wekasanipun Ya talah nora salah Beja bejaning sing lali Luwih beja kang Eling lawan waspada Kita sudah hidup untuk menyaksikan zaman tanpa aturan Di mana setiap orang kacau pikirannya. Orang mau ikut gila, tetapi tidak tahan, Namun, kalau ia tidak ikut melakukannya, Ia tidak akan kebagian keuntungan, Dan akhirnya akan kelaparan. Ya, Tuhan tidak salah: Bergembiralah mereka yang lupa, Lebih bergembira lagi mereka yang ingat dan memiliki pandangan yang mendalam. Zaman “tanpa aturan”, jaman 6dan, telah mendapatkan beragam penafsiran, diidentifikasi dengan depresi, revolusi dan masa kini, dengan mobilnya, kapal terbangnya dan bom atomnya. Dalam semua hal, sikap berjarak yang muncul dari pandangan yang lebih dalam lagi-lagi