Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Agama Jawa - Detail Buku
Halaman Ke : 427
Jumlah yang dimuat : 577
« Sebelumnya Halaman 427 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi
Tabel terjemah Inggris belum dibuat.
Bahasa Indonesia Translation

Karena satu potong saja bisa menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk mengerjakannya, maka jelas diperlukan konsentrasi batin yang kuat untuk mengerjakan sepotong batik yang sangat rumit dan halus: dan sebuah lambang pengalaman mistik yang digemari di sini adalah mbatik manah—“melukis sebuah corak batik di dalam hati.” Namun, dewasa ini mungkin 9596 dari produksi batik adalah dengan cap—metode semimekanis dimana corak batik itu dicetak di atas cap timah yang kemudian dimasukkan ke dalam cairan lilin dan dicap ke kain dengan tangan. Walaupun masih lambat jika dibandingkan dengan metode Barat yang mekanis dalam melukis kain, metode ini sangat mempercepat produksi—dengan ongkos kehilangan kehalusan batik tulis. Produksi batik merupakan industri penting di Jawa dan semua perempuan Mojokuto yang sudah kawin mengenakan kain batik setiap harinya. (Gadis-gadis yang belum kawin mengenakan pakaian Barat). Pada acara khusus, kaum pria masih mengenakan kain batik, meskipun praktik itu mulai lenyap dengan cepat. (Kain batik selalu dipakai dalam tari-tarian). Di Mojokuto, hanya dua orang perempuan yang mengisahkan kepada saya bahwa mereka pernah membuat kain batik sendiri: dan saya tidak pernah menyaksikan bagaimana mereka melakukannya. Kebanyakan batik yang dipakai oleh kaum perempuan Mojokuto adalah batik cap yang didatangkan dari Yogyakarta, Solo, Surabaya dan berbagai kota besar lainnya. Di Mojokuto, pembuatan batik dengan tangan sudah merupakan seni yang hilang: tetapi di kota- kota besar, orang masih melihat beberapa batik semacam itu, untuk melayani pedagang keliling yang mampu membayar Rp 300-400 untuk sehelai kain. Seni Jawa Klasik: Kesimpulan Wayang, lakon, gamelan, joged, tembang dan batik, dengan demikian, merupakan sebuah kompleks seni yang terpadu dan pada umumnya mengekspresikan nilai-nilai priyayi. Sekalipun bentuk-bentuk itu dikenal luas dan masih menarik bagi seluruh masyarakat —bagi kebanyakan orang, sepertinya tidak semenarik bentuk-bentuk seni kasar yang akan kita perbincangkan sesudah ini—di kalangan priyayi-lah kompleks seni ini memperoleh kekuatan terbesarnya dan penafsirannya yang paling eksplisit. Bahkan di zaman dulu pun, jantung bentuk seni


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 427 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi