Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
alus selalu berada di keraton, di mana bentuk-bentuk itu dirawat serta disempurnakan. Dari situ, bentuk-bentuk itu mengalir ke luar dan ke bawah, sebagaimana halnya kekuatan politik serta spiritual itu sendiri, kepada massa dan semakin turun ke bawah, semakin buruk bentuknya. Kecenderungan bentuk-bentuk seni alus ini untuk menjadi milik kaum ningrat senantiasa meningkat dengan semakin kuatnya pengaruh sandiwara populer dan bentuk-bentuk seni yang dipengaruhi Barat pada massa, meninggalkan priyayi yang menaruh perhatian, sebagai patron utama seni-luhur tradisional. Adalah pada upacara pergantian tahap yang mewah dan besar di kalangan priyayi, orang terutama melihat jenis-jenis seni seperti ini di Mojokuto. Camat mengadakan perkawinan selama dua hari berturut-turut untuk anak perempuannya, dengan para penari joged yang didatangkan dari tempat lain pada malam pertama dan pertunjukan wayang dengan dalang yang juga didatangkan dari tempat lain pada malam kedua: seorang pensiunan pegawai pegadaian negeri menyewa balaikota untuk mempertunjukkan wayang ketika anak perempuannya menikah dan seorang politikus priyayi menyewa para penari untuk merayakan hari kelima pernikahan anak lelakinya. Catatan: Untuk pembaca yang ingin mengetahui detail selanjutnya, baik mengenai hal- hal yang teknis, historis atau distribusional, dua buku berikut, yang pertama sayang sekali belum diterjemahkan, tak bisa dilewatkan: Th. Pigeaud, Javaanse Volksuertoningen: Bijdrage tot de Beschrijving van Land en Volk,'s-Gravenhage dan Batavia, 1938: J. Kunst, Music in Java, Its History, Its Theory and Its Technigue, 2 vol. (The Hague, 1949). Termasuk, pada sekali waktu, seorang dalang perempuan pertama di Jawa, yang saya kira lebih merupakan suatu keanehan daripada sebuah pertanda. Surasa: panjurasa, dalam baris keenam yang saya terjemahkan dengan “kedalaman bahasa" secara harfiah berarti semacam “pemahaman atas rasa dari kata-kata". « Taman Siswa adalah sistem sekolah swasta yang ada di seluruh Jawa, dengan kantor pusatnya di Yogyakarta. Sekolah ini mengabdikan dirinya untuk pemeliharaan budaya Jawa dan pembangunan “perasaan nasional” di massa.