Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Agama Jawa - Detail Buku
Halaman Ke : 435
Jumlah yang dimuat : 577
« Sebelumnya Halaman 435 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi
Tabel terjemah Inggris belum dibuat.
Bahasa Indonesia Translation

menerima sumbangan tamunya, walaupun tidak berlebih-lebihan seperti dalam lelucon itu). Bawa kemudian membawa Rukun pergi—dan Rukun berdiri untuk melingkarkan lengannya pada bahu Bawa, yang agak membingungkan orang keempat. Setelah mereka pergi, Urip masuk, berjabat-tangan dengan orang keempat dan mendadak jatuh terlentang di meja seolah-olah mati. Bawa masuk lagi dan mengulang adegan menerima uang sebagai balas jasanya menyimpan rahasia, dengan menunjukkan pantomim yang sama dan membawa Urip pergi, menarik bajunya dengan hati-hati. Urip jelas berjalan dengan kekuatannya sendiri. Kemudian diikuti dengan adegan yang menggambarkan ketiga orang itu sedang berdebat tentang pembagian uang, sementara orang keempat datang di luar pengetahuan mereka. Rukun dan Urip akhirnya melihat dia dan melarikan diri, membiarkan Bawa sendirian menghadapinya dan menyerahkan kembali uang itu kepadanya. Jelas dari deskripsi ini bahwa para pelawak itu bukan tanpa keterampilan. Dalam kisah sebenarnya, mereka hampir selalu bermain sebagai pelayan, kelanjutan dari tradisi Semar dan memainkan jenis lelucon serta lawakan yang sama. Kisah-kisahnya biasa berasal dari jenis “opera sabun”. Setiap orang yang bersangkutan menghadapi berbagai masalah yang umum dan biasa dikenal, tetapi semuanya terpecahkan dengan gembira di akhir cerita—walaupun kadang-kadang dengan liku- liku khas Jawa. Dalam sebuah cerita, seorang anak laki-laki dipaksa memilih antara pelayan yang dicintainya (dan dikawininya diam-diam) dengan gadis pilihan ayahnya yang seorang camat, anak perempuan pensiunan wedana. Setelah lama mempertimbangkan (sementara Bawa bolak-balik membenahi dan membongkar kopor tuanya), anak itu memutuskan untuk menerima pilihan ayahnya dan meninggalkan isterinya, yang tanpa sepengetahuannya telah hamil tiga bulan. Dua puluh tahun kemudian, anak itu yang kini sudah menjadi seorang laki- laki setengah baya, mengawinkan anak perempuannya dari isterinya yang priyayi itu secara paksa. (Anak itu masih mau melanjutkan sekolah). Gadis itu tiba-tiba jatuh, meninggal dan dokter yang memeriksanya mengatakan ia meninggal karena patah hati. Ayah yang sangat sedih itu pun berkelana dan akhirnya, bertemu dengan seorang gadis, anaknya dari pelayan yang dulu diperisterinya, yang kini sudah mulai remaja pula. Gadis itu rupanya begitu mirip dengan anak perempuannya yang kedua, yang baru saja meninggal. Selama ini, ia dipelihara oleh Rukun dan Bawa dalam lingkungan yang demikian tertutup sehingga ia tidak mengetahui bahwa kebanyakan orang mempunyai sepasang orangtua


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 435 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi