Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Agama Jawa - Detail Buku
Halaman Ke : 447
Jumlah yang dimuat : 577
« Sebelumnya Halaman 447 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi
Tabel terjemah Inggris belum dibuat.
Bahasa Indonesia Translation

atas bibirnya, bisa sekehendaknya menjelma menjadi harimau, lalu memangsa tetangga-tetangganya yang malang. Tentang dongeng binatang, ada ribuan juga jumlahnya, tetapi yang paling tersohor dan digemari adalah kisah Kancil, binatang yang licik, banyak akal dan sangat pintar walaupun agak amoral. Dia mengimbangi kelemahan jasmaniahnya dengan kecerdasannya. Macan mengejar Kancil dan hampir menerkamnya. la lari ketakutan ke sebuah tempat di bawah pohon bambu. Angin bertiup di sela-sela bambu itu dan bambu-bambu itu berderit-derit: lalu Kancil berkata kepada Harimau: “Dengar itu? Itu adalah seruling ajaib. Kalau orang bisa meniup seruling itu, ia akan sehat selama-lamanya”. Harimau ingin meniup seruling itu, kancil pun lalu berkata bahwa ia akan mengajarkan bagaimana caranya. Katanya, Harimau harus meletakkan lidahnya di antara dua pohon bambu, yang, memang dikerjakannya dan ketika angin bertiup, lidahnya terjepit. Kancil pun melarikan diri Pada saat yang lain, Harimau dan Kancil bertemu di bawah sebatang pohon yang bersarang tawon. Harimau marah kepada kancil karena ia telah ditipu. Kancil mengatakan kepadanya bahwa yang tergantung di sana adalah sebuah gong. Kalau ia memukulnya, maka semua binatang dihutan akan takut kepadanya: dan hanya Kancil yang bisa memukulnya. Harimau bersikeras meminta agar ia boleh memukulnya. Kata Kancil, “Asal saya lari dahulu, kemudian kalau kau dengar saya bersiul tiga kali, kau boleh memukuinya”. Kancil pun lari, lalu bersiul. Harimau pun memukul sarang itu dan diserang oleh tawon-tawon. Kisah-kisah semacam itu mungkin diceritakan kepada anak- anak di hampir setiap rumah di Mojokuto. Kancil biasanya dianggap dengan tegas sebagai lambang “orang kecil" dan petani yang berbicara tentang kalangan ningrat sering mengutip pepatah: “Gajah dengan gajah bertarung, kancil mati di tengahnya”. Kebanyakan kisah binatang mengandung pesan nilai yang eksplisit, sebagaimana kisah berikut tentang bahayanya menggunakan perantara: Seekor anjing dan kucing berebut daging. Mereka kemudian bertemu dengan seekor kera, memintanya membagi daging itu sama besar. 1a setuju, tetapi ia harus menerima upah untuk itu. Lalu, ia membagi daging itu menjadi dua potong dan meletakkannya di atas timbangan: tetapi yang satu ternyata lebih berat dari yang lain. Maka dimakannya sedikit yang lebih berat itu, tetapi ini menyebabkan timbangan yang satu menjadi lebih berat. la pun memakan potongan yang kini lebih


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 447 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi