Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Agama Jawa - Detail Buku
Halaman Ke : 464
Jumlah yang dimuat : 577
« Sebelumnya Halaman 464 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi
Tabel terjemah Inggris belum dibuat.
Bahasa Indonesia Translation

“Andaikan kita kehilangan sesuatu. Orang yang tak mengerti 'Ilmu', yang tidak memperoleh petunjuk, akan marah-marah, kecewa dan umumnya jadi sedih serta susah di dalam hati. Namun orang yang tahu akan tetap tenang." Saya bertanya bagaimana hal ini mungkin kalau orang kehilangan sesuatu yang sangat penting, katakanlah, sebuah pusaka yang sudah lama berada dalam keluarga. Jawabannya, “Kita hanya perlu berkata, 'Ya, itu sudah hilang' atau kita merenung dan mengatakan, “Benda semacam itu bisa hilang, itu tidak abadi. Pada saatnya ia akan rusak juga, mengapa mesti bersusah hati tentangnya?' Misalkan, Anda memecahkan cangkir saya. Karena itu mahal, maka saya mulai merasa marah, tetapi saya dianjurkan oleh ilmu saya untuk tetap tenang dan itulah yang saya lakukan. Susah untuk percaya bahwa hal itu mungkin dilakukan, sebelum kita sendiri melakukannya.” Akan tetapi, ia menambahkan bahwa ia sendiri pun tidak selalu bisa melakukannya. 2. Persamaan Religius yang Mendasar Kalau emosi bisa ditenangkan—lewat berbagai sarana yang kini akan kita bahas—maka “di belakang” atau “di bawah" atau “di dalam” emosi itu, seseorang bisa berhadapan dengan realitas tertinggi, yakni refleksi Tuhan dalam diri: sebuah proses yang oleh penyair kita dibandingkan dengan pecahnya buah kelapa: Ada perumpamaan lain yang berlaku: Kalau, misalnya, kita mau membuat minyak kelapa— Batok kelapa itu bisa disamakan dengan bentuk luar disiplin keagamaan, Dagingnya yang putih Bisa disamakan dengan bentuk dalam disiplin keagamaan, Sedangkan minyaknya adalah kebenaran. Jadi perbuatan Membelah buah kelapa Adalah cara untuk dapat memerah Minyak yang terdapat di dalamnya. Biasanya bagian pusat dari kehidupan batin seseorang, tempat Tuhan berada dalam individu, disebut “hati" (manah). Kadang-kadang ini diidentifikasi dengan sebuah organ tertentu, misalnya hati atau jantung itu sendiri. (Beberapa orang yang lebih percaya pada takhayul tidak akan menyebut perkataan “jantung” sebagai organ karena di situlah Tuhan berada dalam individu dan berbuat begitu dapat menyebabkan


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 464 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi