Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
secara embarangan harus dihindari serta sebuah tatanan ontologis yang lebih luas ditetapkan dengan sistem ramalan numerologi yang disebut petungan atau “hitungan”. Di dasar sistem yang cukup berbelit-belit ini terletak konsep metafisik Jawa yang fundamental: cocog. Cocog berarti sesuai, sebagai- mana kesesuaian kunci dengan gembok, obat mujarab dengan penyakit, sebuah pemecahan dengan soal matematik serta persesuaian Seorang priadengan perempuan yang dinikahinya (kalau tidak, mereka bercerai). Kalau Anda sepakat dengan pendapat saya, kita cocog: kalau pakaian yang saya pakai sesuai dengan kedudukan kelas saya, pakaian itu cocog: kalau arti nama saya sesuai dengan watak saya (dan kalau nama itu membawa keberuntungan), ia dikatakan cocog juga. Makanan yang lezat, lingkungan yang enak dan hasil yang memuaskan semuanya adalah cocog. Dalam pengertian yang paling abstrak dan luas, dua hal yang terpisah akan cocog apabila perjumpaan mereka membentuk sebuah pola estetis. 1a menyatakan secara tidak langsung sebuah pandangan kontrapuntal terhadap alam raya dimana yang penting adalah hubungan alamiah antara elemen-elemen yang terpisah—ruang, waktu dan motivasi manusia—bagaimana mereka itu diatur untuk menghasilkan paduan nada dan menghindari ketidaksesuaian. Sebagaimana dalam sebuah harmoni, hubungan yang paling tepat adalah terpastikan, tertentu dan bisa diketahui. Demikian pula agama, sepertisebuah harmoni, pada akhirnya adalah sebuah ilmu pengetahuan, tak peduli betapapun praktik aktualnya mungkin lebih mendekati seni. Sistem p&ungan memberikan jalan untuk menyatakan hubungan ini dan dengan demikian, menyesuaikan perbuatan seseorang dengan sistem itu. Petungan merupakan cara untuk menghindari semacam disharmoni dengan tatanan umum alam, yang hanya akan membawa kemalangan. Andaikata seseorang bermaksud pindah tempat, ia tidak bisa begitu saja membuat keputusan dan pindah: ia harus pertama-tama memperhi- tungkan dua variabel penting: arah ke mana ia akan pindah serta hari kepindahan yang diinginkannya. Arah itu biasanya adalah salahsatu arah mata-angin, karena desa-desa serta kota-kota di Jawa cenderung menuruti tata letak yang sesuai dengan mata-angin kompas yang utama, seperti juga rumah-rumah, jalan-jalan dan sawah di dalamnya (kecuali di lereng gunung dimana hal itu tidak mungkin). Ruang berbentuk segiempat dan orang bergerak dalam ruang itu secara segiempat pula: