Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Agama Jawa - Detail Buku
Halaman Ke : 61
Jumlah yang dimuat : 577
« Sebelumnya Halaman 61 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi
Arabic Original Text
Belum ada teks Arab untuk halaman ini.
Bahasa Indonesia Translation

secara keseluruhan. Jadi, betapapun mencerahkannya hal itu bagi analisis tentang disteribusi pendapatan dunia, mengambil rasio 30 banding satu dan menganggap seseorang yang berpendapatan Rp 600 sebulan di sini adalah sama dengan orang yang berpendapatan 320 sebulan di Amerika secara sosiologis tidak masuk akal, karena orang yang berpendapatan Rp 600 itu sebenarnya cukup kaya dalam hubungannya dengan standar hidup di Jawa. Memperkirakan arti ekonomis perayaan keagamaan mereka dari sudut pandang orang Jawa sendiri agar bisa memberikan ide yang benar kepada pembaca Barat mengenai jumlah kekayaan orang Jawa yang sebenarnya terlibat di sini, memerlukan apa yang disebut dengan fenomenologi mata uang yang komparatif. Orang harus menemukan sebuah pembagi untuk mata uang Indonesia yang memberikan hasil yang mencerminkan, Sekalipun masih sangat kasar, pengertian yang realistis tentang apa arti angka-angka rupiah dari kekayaan dalam hubungannya dengan pengalaman membeli, status sosial dan kemakmuran relatif sebagaimana kita mengenalnya—sebuah pembagi yang menerjemahkan persepsi ekonomi Indonesia ke dalam persepsi ekonomi Amerika, sepanjang hal itu dimungkinkan. Ketika mencoba menemukan pembagi yang seperti itu, tak boleh dilupakan kenyataan bahwa pembagian kekayaan antara berbagai kelompok dan kelas di kedua negara itu benar-benar berbeda secara mencolok: lebih banyak kelompok kecil yang “agak kaya" di Jawa daripada di Amerika. Lagipula, ada perbedaan besar dalam jumlah keseluruhan kekayaan yang ada. Akibatnya, misalnya, karena kurangnya produksi industri dalam negeri berskala besar, barang yang bisa dimiliki bahkan oleh orang Amerika yang relatif miskin —mobil, misalnya—jarang sekali bisa dimiliki bahkan oleh orang Indonesia yang cukup kaya. Jadi, dalam konteks ini, terutama berdasarkan perbandingan akal sehat antara pengalaman saya di Amerika dan Mojokuto, saya berpendapat bahwa tiga sebagai pembagi adalah realistis. Dengan begitu, orang yang berpenghasilan Rp 600 dapat dibandingkan dengan orang yang berpenghasilan $200 di Amerika dilihat secara umum dari sudutpandang dirinya sendiri maupun orang-orang sekitarnya terhadap posisi sosial dan ekonominya: dan sebuah minuman ringan seharga 30 sen di Indonesia mungkin berharga sepicis di Amerika Serikat. Karenanya, jika saya mengatakan bahwa slametan sederhana di Mojokuto memerlukan biaya sekitar Rp 30, akan keliru sekali


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 61 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi