Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Agama Jawa - Detail Buku
Halaman Ke : 69
Jumlah yang dimuat : 577
« Sebelumnya Halaman 69 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi
Tabel terjemah Inggris belum dibuat.
Bahasa Indonesia Translation

ke-30 minggu (wuku: satu wuku terdiri atas tujuh hari), ke-12 bulan dan kedelapan windu (delapan tahun yang bernama membentuk satu siklus windu dan kadang-kadang masing-masing disebut juga satu windu). Mudah-mudahan hari Setu-Paing ini membawa keselamatan kepada kita semua. Dan untuk membantu pelaksanaan hajat saya ini, saya menyampaikan penghormatan kepada Nabi Ilyas, yang menjaga bumi serta Sultan Khilii yang menjaga air. Mudah-mudahan air yang akan dipakai mandi oleh pasangan ini melindungi mereka dari halangan serta bahaya, semoga debu yang akan dibersihkan dari mereka tidak akan mencelakakan dan tak ada sesuatu pun yang akan menimpa mereka. Hidangan nasi putih dan kuning ini adalah untuk memuliakan tujuh bulan yang telah dilewati jabang bayi dalam kandungan.? Semoga ia memperoleh keselamatan sampai kelahirannya. Bubur putih itu dari ibunya, bubur merah dari bapaknya—semoga keduanya menjamin keselamatan anak itu sampai lahirnya. Bubur merah dan putih itu, semoga melindungi kita semua dari segala kemalangan yang telah menimpa kita serta yang belum. Semoga yang belum menimpa kita dicegah datangnya oleh Allah dan semoga yang telah menimpa kita tertiup bersama angin. Andaikata saya khilaf, tidak menyebut sesuatu atauapabila ada kesalahan dalam sambutan saya ini, kalau ada kata-kata saya yang menyinggung perasaan siapapun, saya mohon maaf kepadamu, saudara-saudaraku, baik yang tua maupun yang muda. Dalam tingkeban, sebagaimana dalam semua slametan, di samping hidangan, sajian gabungan untuk makhluk-makhluk halus maupun para tetangga, ada lagi sajian khusus untuk makhluk halus secara keseluruhan: yakni sajen. Dengan komposisi yang kurang lebih selalu tetap, sajen senantiasa muncul dalam semua upacara orang Jawa dan seringkali disediakan khusus sekalipun tidak ada upacara. Para petani sering menempatkan sajen pada salahsatu sudut sawah ketika membajak, menanam, memindahkan tanaman, menyiangi ataupun mengetam padi. Seseorang yang mimpi bertemu dengan orang yang telah meninggal, kalau ia merasa bahwa kejadian itu tidak cukup serius untuk mengadakan slametan, maka ia akan meletakkan sajen di persimpangan jalan. Dan kebanyakan kalangan abangan di Mojokuto masih mengikuti adat lama untuk meletakkan sajen itu di berbagai sudut kamar serta ambang pintu di sekitar rumah pada Kamis malam, yang menurut perhitungan orang Jawa sudah merupakan bagian dari hari Jum'at karena terbenamnya matahari menandai mulainya hari baru. Sajen, yang makna unsur-unsurnya sebagian besar telah hilang, merupakan—bersama dengan manteranya—tindakan religius orang


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 69 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi