Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Agama Jawa - Detail Buku
Halaman Ke : 86
Jumlah yang dimuat : 577
« Sebelumnya Halaman 86 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi
Tabel terjemah Inggris belum dibuat.
Bahasa Indonesia Translation

dengan detak jantung—karenanya paru-paru itu dimaksudkan untuk memuliakan “roh kehidupan yang ada dalam nafas orang yang disunat atau dikawinkan”. Berbagai sajen diletakkan di pojok-pojok rumah, di kamar kecil, lumbung dan sebagainya untuk setan-setan: dan sesudah slametan selesai, anak laki-laki itu diberi jamu yang hangat untuk kemudian dipijat oleh dukun pijet dan dibedaki dengan bedak kuning. Pagi harinya, ia berendam dalam bak mandi sekitar satu jam untuk kemudian berpakaian. Ia mengenakan kain putih tipis yang baru di bawah sarungnya dan sesudah disunat, ia duduk di atas kain putih juga. Sajen yang lain disiapkan untuk makhluk-makhluk halus, sementara anak itu membaca syahadat untuk kemudian disunat oleh calak yang menggunakan sebilah pisau yang disebut wesi tawa, yang secara harfiah berarti “besi yang tak terasa”. Kalau anak itu jatuh pingsan, ibunya akan mengusapkan sarungnya ke muka anak itu. Dan bila operasi selesai, ia akan ditidurkan di balai-balai pendek. Ibunya akan melangkahinya tiga kali untuk menunjukkan bahwa ia juga bebas dari perasaan tersembunyi terhadap anaknya yang bisa menghambat proses petumbuhan emosinya yang menjauh dari sang ibu menuju ke kedewasaan sebagai laki-laki. Sikap mengendorkan perasaan dalam lingkungan yang paling dekat, atau penciptaan jarak oleh diri sendiri dan sikap disiplin menjauhkan diri dari semua kejadian di dunia manusia yang sementara ini—mereka sebut “berhati lembut”—adalah salahsatu pola perasaan orang Jawa yang paling dihargai: ikhlas. Malam itu, pesta dan hiburan berlangsung, sementara si anak yang mungkin pucat, lesu dan kesakitan, dipaksa duduk tak bergerak di tumpukan bantal besar nyaris selama pertunjukan wayang kulit yang semalam-suntuk. Sekalipun demikian, orang pada umumnya berpendapat bahwa hanya sebagian kecil anak yang takut pada upacara itu dan kebanyakan anak justru mendesak orangtuanya untuk menyelenggarakan sunatan sebelum yang belakangan ini menganggap anaknya cukup usia untuk itu, atau barangkali sebelum orangtuanya mampu mengadakannya. 'Sutrisno (berumur kurang lebih 11 tahun), anaknya, ingin disunat tahun ini. Pada kenyataannya, ia mulai berkampanye sendiri kepada nenek dan bibi-bibinya bahwa ia akan disunat bulan ini serta mengharapkan mereka membelikannya baju baru. Minah merasa sangat malu ketika mereka


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 86 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi