Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Al Aqidah fiLlah - Detail Buku
Halaman Ke : 209
Jumlah yang dimuat : 228
« Sebelumnya Halaman 209 dari 228 Berikutnya » Daftar Isi
Tabel terjemah Inggris belum dibuat.
Bahasa Indonesia Translation

Ketika Ya‘qub bertanya kepada anak-anaknya tentang siapa yang akan mereka sembah sepeninggalnya, mereka menjawab:

﴿قَالُوا نَعْبُدُ إِلَـٰهَكَ وَإِلَـٰهَ آبَائِكَ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَـٰقَ إِلَـٰهًا وَٰحِدًا وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ﴾

“Mereka menjawab: Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail, dan Ishaq, yaitu Tuhan Yang Maha Esa, dan hanya kepada-Nya kami berserah diri.” (Surah Al-Baqarah: 133)

Ratu Saba’ berkata:

﴿رَبِّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي وَأَسْلَمْتُ مَعَ سُلَيْمَانَ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ﴾

“Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menzalimi diriku, dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan semesta alam.” (Surah An-Naml: 44)

Doa Nabi Yusuf ‘alaihissalam adalah:

﴿تَوَفَّنِي مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ﴾

“Wafatkanlah aku dalam keadaan muslim dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh.” (Surah Yusuf: 101)

«والأنبياء إخوة لعلاّتٍ، أمهاتُهم شتى ودينهم واحد»

“Para nabi adalah bersaudara seayah, ibu-ibu mereka berbeda, tetapi agama mereka satu.” (HR. al-Bukhari)

Keberagaman yang kita lihat dalam syariat tidak berarti agama mereka berbeda. Allah bisa saja mensyariatkan satu hukum dengan hikmah tertentu, lalu mensyariatkan hukum lain di waktu berbeda dengan hikmah lain. Bahkan dalam satu syariat pun ada nasakh, seperti perintah menghadap Baitul Maqdis dalam salat yang kemudian dihapus dan diganti dengan perintah menghadap Ka‘bah. Maka pada awalnya, Islam menghadap ke Baitul Maqdis, lalu berubah ke Ka‘bah. Demikian pula syariat para nabi, yang belakangan menghapus syariat sebelumnya. Hingga akhirnya, syariat yang diturunkan kepada Muhammad ﷺ adalah syariat penutup sekaligus penghapus seluruh syariat sebelumnya.

Kelima: Kemunduran keyakinan dari masa ke masa bukanlah penyebab munculnya syirik dan penyembahan selain Allah, sebagaimana dikatakan oleh Abbas Mahmud al-‘Aqqad dan pengikutnya dari kalangan orientalis Barat. Penyebab sebenarnya adalah penyimpangan pengikut para rasul dari ajaran yang dibawa para rasul itu sendiri, serta meninggalkan petunjuk mereka. Allah berfirman:

﴿وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا﴾

“Barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit.” (Surah Thaha: 124)

﴿إِن يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَمَا تَهْوَى الْأَنفُسُ وَلَقَدْ جَاءَهُم مِّن رَّبِّهِمُ الْهُدَى﴾

“Mereka tidak lain hanya mengikuti persangkaan dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka, padahal sungguh telah datang petunjuk dari Tuhan mereka.” (Surah An-Najm: 23)

﴿وَلَا تَتَّبِعُوا أَهْوَاء قَوْمٍ قَدْ ضَلُّوا مِن قَبْلُ وَأَضَلُّوا كَثِيرًا وَضَلُّوا عَن سَوَاءِ السَّبِيلِ﴾

“Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat sebelumnya, dan mereka telah menyesatkan banyak orang, serta tersesat jauh dari jalan yang lurus.” (Surah Al-Maidah: 77)


  1. HR. al-Bukhari, 6/478, no. 3443.
  2. ‘Ikhwah li ‘allat’ artinya saudara seayah, berbeda ibu. Para nabi diserupakan demikian: ayah mereka sama (agama mereka satu), sementara syariat mereka berbeda.

Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 209 dari 228 Berikutnya » Daftar Isi