Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Al Aqidah fiLlah - Detail Buku
Halaman Ke : 222
Jumlah yang dimuat : 228
« Sebelumnya Halaman 222 dari 228 Berikutnya » Daftar Isi
Arabic Original Text

والسبب في أن العرب تابعت عمرو بن لحي أنه كان ذا مكانة فيهم، فقد كان سيد خزاعة في حال غلبتها على مكة وعلى البيت بعد أن نفت قبيلة جرهم من مكة، وكانت العرب قد جعلته رباً، لا يبتدع بدعة إلا اتخذوها شرعة، لأنه كان يطعم الناس ويكسوهم في الموسم، فربما نحر في الموسم عشرة آلاف بدنة، وكسا عشرة آلاف حلة.

ويقال: إن عمراً هذا هو الذي دعا الناس إلى عبادة اللات، وكان رجلاً يلت السويق للحاج بالطائف على صخرة هناك، فلما مات زعم عمرو بن لحي أنه لم يمت، وأنه دخل في الصخرة التي يلت عليها، وأمرهم بعبادتها.

ومما يذكر عنه أيضاً أنه هو الذي غير التلبية التي كانت تعلن التوحيد لله وحده، فقد كانت التلبية من عهد إبراهيم عليه السلام (لبيك اللهم لبيك، لبيك لا شريك لك لبيك) واستمر الحال حتى كان عمرو بن عامر، فبينما هو يطوف بالكعبة يلبي تمثل له الشيطان في صورة شيخ يلبي معه، فقال: (لبيك لا شريك لك) ، فقال الشيخ: إلا شريكاً هو لك، فأنكر هذا عمرو، فقال: ما هذا؟ فقال الشيخ: قل تملكه وما ملك، فإنه لا بأس بهذا، فقالها عمرو، فدانت بها العرب.


Bahasa Indonesia Translation

Alasan bangsa Arab mengikuti ‘Amr bin Luhayy adalah karena ia memiliki kedudukan yang tinggi di tengah mereka. Ia adalah pemimpin suku Khuza‘ah pada masa mereka menguasai Mekah dan Ka‘bah setelah mengusir kabilah Jurhum dari Mekah. Bangsa Arab menjadikannya sebagai pemimpin yang ditaati, hingga setiap bid‘ah yang ia buat mereka ikuti sebagai syariat. Hal ini karena ia terkenal sebagai orang yang memberi makan manusia dan memberi pakaian pada musim haji. Disebutkan bahwa ia pernah menyembelih sepuluh ribu unta dalam satu musim, dan memberi sepuluh ribu pakaian sebagai hadiah.

Diriwayatkan pula bahwa dialah yang pertama kali menyeru manusia untuk menyembah berhala al-Lāt. Ia dikenal sebagai seorang yang membuat minuman sūwīq (olahan gandum) bagi jamaah haji di Thaif di atas sebuah batu besar di sana. Ketika ia meninggal, ‘Amr bin Luhayy mengklaim bahwa orang itu tidak mati, melainkan masuk ke dalam batu tempat ia membuat sūwīq tersebut. Lalu ia memerintahkan orang-orang untuk menyembah batu itu.

Disebutkan juga bahwa dialah yang mengubah lafaz talbiyah yang sejak zaman Nabi Ibrahim ‘alaihissalam menegaskan tauhid kepada Allah semata. Talbiyah itu dahulu berbunyi:

“Labbaik Allahumma labbaik, labbaika laa syarīka laka labbaik.”

Kalimat itu terus terjaga hingga masa ‘Amr bin ‘Amir. Suatu ketika ia thawaf di Ka‘bah sambil bertalbiyah, setan menjelma dalam rupa seorang kakek yang juga ikut bertalbiyah. Ketika ia mengucapkan: “Labbaika laa syarīka laka,” setan itu berkata: “Kecuali seorang sekutu yang Engkau miliki.” Maka ‘Amr pun menolak perkataan itu dan bertanya: “Apa ini?” Setan menjawab: “Ucapkan: Engkau memilikinya dan juga apa yang dimilikinya, maka tidak mengapa.” Lalu ‘Amr pun mengucapkannya, dan sejak saat itu bangsa Arab menjadikannya talbiyah mereka.


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 222 dari 228 Berikutnya » Daftar Isi