Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
وأما زيد فوقف، فلم يدخل في يهودية ولا نصرانية، وفارق قومه، فاعتزل الأوثان، واجتنب الميتة والدم والذبائح التي تذبح على الأوثان، ونهى عن قتل الموءودة، وقال أعبد رب إبراهيم، وبدأ قومه بعيب ما هم عليه.
وفي صحيح البخاري عن عبد الله بن عمر رضي الله عنهما: ((أن النبي صلى الله عليه وسلم لقي زيد بن عمرو بن نفيل بأسفل بلدح (واد غربي مكة) قبل أن ينزل على النبي صلى الله عليه وسلم الوحي، فقدمت إلى النبي صلى الله عليه وسلم سفرة، فأبى أن يأكل منها، ثم قال زيد: إني لست آكل مما تذبحون على أنصابكم، ولا آكل إلا ما ذكر اسم الله عليه، وإن زيد بن عمرو كان يعيب على قريش ذبائحهم، ويقول: الشاة خلقها الله، وأنزل لها من السماء ماء، وأنبت لها من الأرض، ثم تذبحونها على غير اسم الله؟ إنكاراً لذلك وإعظاماً له)) (١) .
قال موسى بن عقبة حدثني سالم بن عبد الله - ولا أعلمه يحدث به إلا عن ابن عمر - ((إن زيد بن عمرو بن نفيل خرج إلى الشام يسأل عن الدين ويتبعه، فلقي عالماً من اليهود، فسأله عن دينهم فقال: إني لعلي أن أدين دينكم، فأخبرني، فقال: لا تكون على ديننا حتى تأخذ بنصيبك من غضب الله، قال زيد: ما أفر إلا من غضب الله، ولا أحمل من غضب الله شيئاً أبداً، وأنى أستطيعه! فهل تدلني على غيره؟ قال: ما أعلمه إلا أن يكون حنيفاً، قال زيد: وما الحنيف؟ قال: دين إبراهيم، لم يكن يهودياً ولا نصرانياً، ولا يعبد إلا الله.
فخرج زيد فلقي عالماً من النصارى، فذكر مثله. فقال: لن تكون على ديننا حتى تأخذ بنصيبك من لعنة الله. قال: ما أفر إلا من لعنة الله، ولا أحمل من لعنة الله ولا غضبه شيئاً، وأنى أستطيع، هل تدلني على غيره؟ قال: ما أعلمه إلا أن يكون حنيفاً. قال: وما الحنيف؟ قال دين إبراهيم، لم يكون يهودياً ولا نصرانياً.
(١) رواه البخاري: ٧/١٤٢، ورقمه: ٣٨٢٦.
Adapun Zaid bin ‘Amr bin Nufail, ia tetap teguh, tidak masuk ke dalam agama Yahudi maupun Nasrani. Ia memisahkan diri dari kaumnya, menjauh dari berhala, tidak mau memakan bangkai, darah, dan sembelihan yang dipersembahkan untuk berhala. Ia juga melarang pembunuhan bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup. Ia berkata: “Aku menyembah Tuhan Ibrahim,” dan ia mulai mencela kaumnya atas kebatilan yang mereka lakukan.
Dalam Shahih al-Bukhari dari Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma disebutkan: “Nabi ﷺ bertemu dengan Zaid bin ‘Amr bin Nufail di daerah Baldah (sebuah lembah di sebelah barat Mekah) sebelum diturunkan wahyu kepada Nabi ﷺ. Saat itu disuguhkan kepada Nabi ﷺ sebuah hidangan, namun beliau menolak untuk memakannya. Lalu Zaid berkata: ‘Sesungguhnya aku tidak makan sesuatu yang kalian sembelih di atas berhala-berhala kalian, dan aku tidak makan kecuali yang disebutkan nama Allah padanya.’ Dan sesungguhnya Zaid bin ‘Amr biasa mencela Quraisy atas sembelihan mereka. Ia berkata: ‘Kambing itu Allah yang menciptakannya, Allah yang menurunkan air dari langit untuknya, dan menumbuhkan tanaman dari bumi untuknya, kemudian kalian menyembelihnya atas nama selain Allah?’ Ia mengingkari hal itu dan mengagungkan Allah.” (HR. al-Bukhari, no. 3826)
Musa bin ‘Uqbah berkata, telah menceritakan kepadaku Sālim bin Abdullah — dan aku tidak mengetahui ia meriwayatkannya kecuali dari Ibnu ‘Umar — bahwa: “Zaid bin ‘Amr keluar menuju Syam untuk mencari agama dan mengikutinya. Ia bertemu seorang alim dari kalangan Yahudi. Ia bertanya tentang agama mereka seraya berkata: ‘Aku hampir saja masuk ke dalam agama kalian, maka beritahukan kepadaku.’ Orang Yahudi itu berkata: ‘Engkau tidak akan masuk ke dalam agama kami kecuali jika engkau siap mengambil bagian dari kemurkaan Allah.’ Zaid berkata: ‘Aku justru lari dari kemurkaan Allah. Aku tidak sanggup memikul kemurkaan Allah sedikit pun. Bisakah engkau menunjukkan aku kepada selain itu?’ Orang Yahudi menjawab: ‘Aku tidak mengetahuinya kecuali jika engkau menjadi seorang hanīf.’ Zaid bertanya: ‘Apa itu hanīf?’ Ia menjawab: ‘Agama Ibrahim. Ia tidaklah Yahudi atau Nasrani, dan ia tidak menyembah kecuali Allah.’”
Kemudian Zaid bertemu dengan seorang alim dari kalangan Nasrani. Ia menanyakan hal yang sama. Orang Nasrani itu berkata: “Engkau tidak akan masuk ke dalam agama kami kecuali jika engkau siap mengambil bagian dari laknat Allah.” Zaid menjawab: “Aku justru lari dari laknat Allah. Aku tidak sanggup memikul laknat dan kemurkaan Allah sedikit pun. Bisakah engkau menunjukkan aku kepada selain itu?” Orang Nasrani menjawab: “Aku tidak mengetahuinya kecuali jika engkau menjadi seorang hanīf.” Zaid bertanya: “Apa itu hanīf?” Ia menjawab: “Agama Ibrahim. Ia bukan Yahudi, bukan Nasrani, dan tidak menyembah kecuali Allah.”