Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Tafsir al Mishbah Jilid 1 - Detail Buku
Halaman Ke : 126
Jumlah yang dimuat : 623
« Sebelumnya Halaman 126 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi
Tabel terjemah Inggris belum dibuat.
Bahasa Indonesia Translation

Surah al-Baqarah (2) Kelompok I ayat 13 yakni sesuainya kata lidah dengan kata hati, sebagaimana keimanan manusia yang sempurna kemanusiaannya sehingga menyadari dirinya sebagai hamba Allah, mereka menjawab: “Akankah beriman kami seperti orang-orang yang picik akalnya itu beriman?” Yang mereka maksud adalah sahabat-sahabat Nabi yang meninggalkan agama leluhur mereka berupa penyembahan berhala dan adat istiadat Jahiliah menuju ibadah kepada Allah swt. Sahabat-sahabat Nabi itu pada umumnya adalah orang-orang tak berpunya. Kebodohan orang munafik dan ketidaklurusan logika mereka tampak dalam ucapan di atas. Sekali mereka mengaku telah beriman, di kali lain seperti di sini, mereka menilai orang beriman sebagai orang-orang yang picik akalnya. Demikianlah terlihat kontradiksi-kontradiksi dalam pemikiran orang-orang munafik. Hal ini karena mereka tidak memiliki pegangan kecuali kemaslahatan duniawi sehingga ucapan dan tindakan mereka berubah-ubah sesuai dengan kemaslahatAn yang berubah-ubah pula. Allah menyanggah mereka tanpa mengarahkan firman-Nya kepada mereka, karena mereka tidak wajar untuk diajak berdialog; “Sesungguhnya merekalah orang-orang yang picik, tetapi mereka tidak mengetahui.” Kalau orang-orang munafik itu bodoh dan tahu, atau merusak dan sadar, bisa jadi mereka dapat memperbaiki diri. Tetapi keburukan mereka justru berganda. Mereka adalah orang-orang yang merusak dan merasa memperbaiki (ayat 11) dan bodoh tetapi merasa diri pandai (ayat 13). “Pada ayat yang lalu mereka dinilai sebagai tidak menyadari, dan di sini sebagai tidak mengetahui. Pemilihan penilaian tersebut sungguh tepat, karena pada ayat 11 mereka dinyatakan melakukan pengrusakan, dan ini adalah sesuatu yang jelas dan mudah diketahui. Rasa adalah sesuatu yang dimiliki oleh semua yang hidup termasuk binatang. Bila rasa telah dinafikan dari seseorang, maka tingkatannya lebih rendah dari binatang. Adapun pada ayat 13 ini, yang dinafikan adalah pengetahuan karena pembicaraan ayat ini menyangkut iman, sedang iman memerlukan perenungan, pikiran, bahkan menjadi semakan kukuh jika dibarengi oleh pengetahuan. Nah, karena yang dinafikan adalah pengetahuannya, maka itu berarti iman mereka sangat lemah.” Demikian asy-Sya'rawi ulama Mesir kenamaan itu. Thahir Ibn “Asyir berpendapat bahwa pemilihan kata tidak mengetahui di sini, bukan seperti ayat yang lalu, (/4 yasy uriin/ tidak menyadari) karena sifat kepicikan mereka sedemikian jelas, sehingga tidak perlu dinyatakan untuk ketidaktahuannya kata ( ügyes Y) /4 yasy'urin. Seperti penulis kemukakan sebelum ini ada yang berpendapat bahwa kata yasy xr#n bermakna pengetahuan yang objeknya adalah hal-hal yang sulit diteliti lagi halus. Memang, kepicikan


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 126 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi