Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
KELOMPOK II (AYAT 21 - 29) AYAT 21 OP oya KI SUS La Aid SA ih A a A Giy Ha seluruh manusia, beribadahlah kepada Tuhan kamu Yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.” Tiga macam sikap manusia yang disebut di atas, orang bertakwa, kafir dan munafik, kesemuanya diajak oleh Allah, “Wahai seluruh manusia yang mendengar panggilan ini beribadahlah, yakni tunduk, patuh dengan penuh hormat, dan kagumlah kepada Tuhan kamu Sang Pemelihara dan Pembimbing, karena Dialah yang menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.” Ibadah adalah suatu bentuk kepatuhan dan ketundukan yang berpuncak kepada sesuatu yang diyakini menguasai jiwa raga seseorang dengan penguasaan yang arti dan hakikatnya tidak terjangkau. Karena itu, ketundukan dan kepatuhan kepada orang tua atau penguasa tidak wajar dinamai ibadah. Paling tidak, ada tiga hal yang menandai keberhasilan seseorang mencapai hakikat ibadah. Pertama, si pengabdi tidak menganggap apa yang berada dalam genggaman tangannya sebagai milik pribadinya, tetapi milik siapa yang kepada-Nya dia mengabdi. Kedua, segala aktivitasnya hanya berkisar pada apa yang diperintahkan oleh siapa yang kepada-Nya ia mengabdi serta menghindar dari apa yang dilarang-Nya. Ketiga, tidak memastikan sesuatu untuk dia laksanakan atau hindari kecuali dengan mengaitkannya dengan kehendak siapa yang kepada-Nya ia mengabdi. Bukankah seperti dikemukakan di atas, si pengabdi yakin bahwa jiwa raganya dikuasi oleh siapa yang ia mengabdi kepada-Nya? 119