Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Kelompok II ayat 22 Surah al-Baqarah (2) sesudah kamu. Yang sebelum kamu telah memanfaatkan bumi ini tanpa menghabiskannya, bahkan masih menyisakan banyak untuk kamu, maka demikian pula seharusnya kamu wahai seluruh manusia masa kini, jangan habiskan atau rusak bumi. Ingatlah generasi sesudah kamu. Dijadikannya bumi terhampar bukan berarti dia diciptakan demikian. Bumi diciptakan Allah bulat atau bulat telur. Itu adalah hakikat ilmiah yang sulit dibantah. Keterhamparannya tidak bertentangan 'dengan kebulatannya. Allah menciptakannya bulat untuk menunjukkan betapa hebat ciptaan-Nya itu. Lalu Dia menjadikan yang bulat itu terhampar bagi manusia, yakni ke manapun mereka melangkahkan kaki mereka akan melihat atau mendapatkannya terhampar. Itu dijadikan Allah agar manusia dapat meraih manfaat sebanyak mungkin dari dijadikannya bumi demikian. Firman-Nya: Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagi kamu, memberi kesan tentang betapa bumi telah dijadikan Allah swt. begitu mudah dan nyaman untuk dihuni manusia, sehingga kehidupan tidak ubahnya bagaikan kasur yang terhampar dan siap untuk ditiduri. Sungguh banyak yang tidak menyadari hal ini. Seandainya Allah swt. mencabut salah satu sarana kenyamanan atau tidak menyempurnakannya, niscaya manusia akan mengalami kesulitan hidup. Camkanlah apa yang akan terjadi bila udara yang dihirup telah terkena polusi atau lingkungan tercemar. Allah tidak menciptakannya demikian karena Dia menjadikan bumi agar dihuni dengan nyaman. Allah bukan hanya menciptakan bumi dan menjadikannya terhampar tetapi juga menjadikan /angit sebagai bangunan/ atap. Ini mengisyaratkan bahwa di atas /angit dunia yang disebut ini, ada aneka langit yang lain, yang tidak sesuai dengan kondisi manusia secara umum. Aneka langit itu bila tidak terhalangi oleh atap langit dunia, atau bila manusia berada di luar bangunan ini, niscaya hidupnya atau kenyamanan hidupnya akan terganggu. Bukan hanya itu, Dia juga menyiapkan segala sarana kehidupan di dunia, material dan immaterial. Dia pula yang menurunkan sebagian air dari langit, yaknı hujan melalui hukum-hukum alam yang ditetapkan-Nya untuk mengatur turunnya hujan. Air yang turun dati langit adalah sebagian air. Im dipahamai dari bentuk nakirah (indefinit) pada kata (se) md'an. Memang bukan semua air adalah hujan, karena ada air yang bersumber dari bumi, bahkan hujan adalah air yang menguap dari bagian bumi dan membentuk awan yang kemudian turun kembali ke bumi.