Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Surah al-Baqarah (2) Kelompok II ayat 26 mengamati sekian banyak dalil, maka pakar-pakar dari kelompok Ahl asSunnah menyimpulkan bahwa kefasikan bukan kekufuran. Walaupun kefasikan sering dilakukan, tetapi itu tidak menjadikannya seorang kafir selama 1a tetap mengakui — walau dengan lidahnya saja — keesaan Allah dan kerasulan Nabi Muhammad saw. Ucapan orang-orang kafir itu lahir dari kepribadian mereka yang buruk. Mereka dinilai Allah memiliki tiga sifat buruk sehingga nengakibatkan kerugian dan bencana buat diri mereka sendiri. Ini dijelaskan dalam ayat 27 setelah ini. Ayat ini dijadikan salah satu dasar untuk membuktikan bahwa ada kesesatan yang menimpa seseorang karena keburukan amal perbuatannya selain kesesatan yang sejak semula telah mengendap akibat kebejatan sifatnya. Ini dipahami dari penegasan ayat di atas yang menyatakan Dan tidak ada yang disesatkan kuali orang-orang yang Jasik. Perlu dicatat bahwa hidayah dan kesesatan merupakan dua istilah yang mengandung makna-makna menyeluruh mencakup semua jenis anugerah Allah — untuk istilah hidayah — dan aneka kecelakaan dan kerugian bagi kata kesesatan. Sementara ulama berpendapat bahwa ayat ini turun sebagai tanggapan atas orang-orang kafir menyangkut firman-Nya tentang lalat (baca OS. al-Hajj [22]: 73) dan laba-laba (OS. al-“Ankabut (9