Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Kelompok II ayat 27 Surah al-Baqarah (2) ah AYAT 27 to Mean gan “AP Ae DK man aa Setan PUN Bl Ta GA Baen Ae Oyong key Ob ag dl SALA Sai da da Uya Mil AGE O paalis Sa Í É = Ag PR r? TER ETVS Dyal aa i À “Mereka itu adalah) orang-orang yang mengurai perjanjian Allah sesudah perjanjian Hu diikat teguh, dan selalu memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan terus menerus membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah al-khasiriin (orang-orang yang rugi)” Ayat ini menjelaskan sebagian dari sifat orang-orang fasig yang dinyatakan oleh ayat lalu. Ada perjanjian antara manusia dengan Allah yakni bahwa mereka mengakui keesaan Allah, $erta ketundukan mereka kepada-Nya. Perjanjian ini terlaksana melalui nalar dan fitrah mereka sebelum dikotori oleh kerancuan, atau ada juga yang berpendapat bahwa perjanjian itu telah terjadi pada satu ketika di satu alam sebelum masing-maing manusia hadir di pentas dunia ini. Mereka itu adalah orang-orang yang mengurai, yakni membatalkan dan melanggar perjanjian mereka dengan Allah padahal perjanjian itu sudah demikian kukuh Mereka mengurainya sesudah perjanjian itu diikat teguh, dengan diutusnya para nabi dan rasul membawa bukti-bukti keesaan-Nya, baik melalui ajakan memperhatikan kitab suci yang diturunkan bersama nabi dan rasul-rasul itu, maupun yang terhampar dengan jelas dialam raya ini.. Itulah sifat buruk mereka yang pertama. Keburukan mereka yang kedua adalah: Dan selalu memutuskan apa yang diperintahkan Allah kepada mereka untuk menghubungkannya yaitu hubungan silaturrahim. Mereka memutuskannya antara lain dengan memecah-belah persatuan dan kesatuan, memutuskan hubungan harmonis antara manusia dengan Allah, dan lain-lain yang diperintahkan Allah untuk selalu dihubungkan dan ditautkan, seperti menghubungkan kata yang baik dengan pengamalan yang baik pula. Yang ketiga dari keburukan mereka adalah: Dan terus-menerus membuat kerusakan di bumi. Ini mencakup banyak hal yang belum tertampung oleh kedua sifat buruk yang disebut di atas. Mereka itulah al-khisirin, yakni yang benar-benar binasa, rugi, dan celaka. Kata ini pada mulanya berarti “berkurang.” Kerugian dan kebinasaan adalah berkurangnya apa yang tadinya telah dimiliki atau yang seharusnya dimiliki. Orang-orang tersebut memiliki naluri yang bersih, fitrah yang suci,