Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Tafsir al Mishbah Jilid 1 - Detail Buku
Halaman Ke : 158
Jumlah yang dimuat : 623
« Sebelumnya Halaman 158 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi
Arabic Original Text
Belum ada teks Arab untuk halaman ini.
Bahasa Indonesia Translation

Surah al-Baqarah (2) Kelompok II ayat 29 vu r è r Da „Aa ... gya? mé ss~” Isa Fy l pana “Dia-lah (Allah), yang menciptakan segala yang ada di bumi untuk kamu kemudian Dia berkebendak menuju langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” Bagaimana kalian kafir, padahal Allah bukan hanya menghidupkan kamu di dunia, tetapi juga menyiapkan sarana kehidupan di dunia, Dia-lah Alah swt. yang menciptakan untuk kamu apa yang ada di bumi semua sehingga semua yang kamu butuhkan untuk kelangsungan dan kenyamanan hidup kamu terhampar, dan itu adalah bukti kemahakuasaan-Nya. Yang kuasa melakukan itu pasti kuasa untuk menghidupkan yang mati. Kemudian Dia berkehendak menuju ke langit. Kata kemudian dalam ayat ini bukan dalam arti selang masa, tetapi dalam arti peringkat, yakni peringkat sesuatu yang disebut sesudahnya yaitu langit dan apa yang ditampungnya lebih agung, lebih besar, indah dan misterius daripada bumi. Maka Dia, yakni Allah menyempurnakan mereka yakni menjadikan tujuh langit dan menetapkan hukum-hukum yang mengatur perjalanannya masing-masing, serta menyiapkan sarana yang sesuai bagi yang berada di sana, apa dan atau siapa pun. Itu semua diciptakan-Nya dalam keadaan sempurna dan amat teliti. Dan itu Semua mudah bagi-Nya karena Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. Firman- -Nya: Dia-lah (Allah), yang menciptakan segala yang ada di bumi untuk kamu dipahami oleh banyak ulama sebagai menunjukkan bahwa pada dasarnya segala apa yang terbentang di bumi ini dapat digunakan oleh manusia, kecuali jika ada dalil lain yang melarangnya. Sebagian kecil ulama tidak memahami demikian. Mereka mengharuskan adanya dalil yang jelas untuk memahami boleh atau tidaknya sesuatu, bahkan ada juga yang berpendapat bahwa pada dasarnya segala sesuatu terlarang kecuali kalau ada dalil yang menunjukkan izin menggunakannya. Kata (Set) zstawd pada mulanya berarti tegak lurus, tidak bengkok. Selanjutnya kata itu dipahami secara majazi dalam arti menuju ke sesuatu dengan cepat dan penuh tekad bagaikan yang berjalan tegak lurus tidak memoleh ke kiri dan ke kanan. Makna Allah menuju ke langit adalah kehendak-Nya untuk mewujudkan sesuatu seakan-akan kehendak tersebut serupa dengan seseorang yang menuju ke sesuatu untuk mewujudkannya dalam bentuk scagung dan sebaik mungkin. Karena itu pula lanjutan ayat itu menyatakan (Cat) fa sawwlhunna/ lalu dijadikan-Nya yakni bahwa langit itu dijadikanNya dalam bentuk sebaik mungkin, tanpa sedikit aib atau kekurangan pun. Dalam QS. al-Mulk (67): 3 dinyatakan-Nya: (Allah) Yang telah menciptakan


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 158 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi