Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
a ak Kelompok III ayat 30 Surah al-Baqarah (2) D 1d Ry manusia, ada yang bertugas memeliharanya, ada yang membimbingnya, dan sebagainya. Penyampaian itu juga, kelak ketika diketahui manusia, akan mengantarnya bersyukur kepada Allah atas anugerah-Nya yang tersimpul dalam dialog Allah dengan para malaikat “Sesungguhnya Aku akan menciptakan khalifah di dunia” demikian penyampaian Allah swt. Penyampaian ini bisa jadi setelah proses penciptaan alam raya dan kesiapannya untuk dihuni manusia pertama (Adam) dengan nyaman. Mendengar rencaha tersebut, para malaikat bertanya tentang makna penciptaan tersebut. Mereka menduga bahwa khalifah ini akan merusak dan menumpahkan darah. Dugaan itu mungkin berdasarkan pengalaman mereka sebelum terciptanya manusia, di mana ada makhluk yang berlaku demikian, atau bisa juga berdasar asumsi.bahwa karena yang akan ditugaskan menjadi khalifah bukan malaikat, maka pasti makhluk itu berbeda dengan mereka yang selalu bertasbih menyucikan Allah swt. Pertanyaan mereka itu juga bisa lahir dari penamaan Allah terhadap makhluk yang akan dicipta itu dengan khalifah. Kata ini mengesankan makna pelerai perselisihan dan penegak hukum, sehingga dengan demikian pasti ada di antara mereka yang berselisih dan menumpahkan darah. Bisa jadi demikian dugaan malaikat sehingga muncul pertanyaan mereka. Semua itu adalah dugaan, namun apapun latar belakangnya, yang pasti adalah mereka bertanya kepada Allah bukan berkeberatan atas tencana-Nya. Apakah, bukan “mengapa”, seperti dalam beberapa terjemahan, “Engkau akan menjadikan khalifah di bumi siapa yang akan merusak dan menumpahkan darah?” Bisa saja bukan Adam yang mereka maksud merusak dan menumpahkan darah, tetapi anak cucunya. Rupanya mereka menduga bahwa dunia hanya dibangun dengan tasbih dan tahmid, karena itu para malaikat melanjutkan pertanyaan mereka, Sedang kami menyucikan, yakni menjauhkan Dzat, sifat, dan perbuatan-Mu dari segala yang tidak wajar bagi-Mu, sarzbil memuji-Mu atas segala nikmat yang Engkau anugerahkan kepada kami, termasuk mengilhami kami menyucikan dan memuji-Mu. Anda perhatikan mereka menyucikan terlebih dahulu, baru memuji. Penyucian mereka itu mencakup penyucian pujian yang mereka ucapkan, jangan sampai pujian tersebut tidak sesuai dengan kebesaran-Nya. Menggabungkan pujian dan penyucian dengan mendahulukan penyucian, ditemukan banyak sekali dalam ayat-ayat al-Our'an.