Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Kelompok III ayat 31-32 Surah al-Baqarah (2) situasi kejiwaan misalnya yang terjadi pada saat pembuahan (hubungan seks) dapat mempengaruhi janin. Seorang yang diliputi oleh rasa takut atau rasa berdosa ketika melakukan hubungan, akan melahirkan anak yang penakut serta pemalu dan muram. Demikian pandangan banyak ilmuwan. Dari sini pula dapat dimengerti mengapa agama memerintahkan suami istri untuk membaca Basmalah dan doa-doa tertentu ketika melakukan hubungan seks. Ini agar situasi keagamaan yang menghiasi jiwa ketika itu dapat mengalir kepada benih yang dikandung. Nah, suasana yang lalu dari dialog, yakni kesediaan bertanya dengan baik dan menjawab itulah yang diharapkan dapat menyertai seseorang, karena itu terjadi pada saat penciptaannya, serupa dengan sesuatu yang terjadi pada saat pembuatan anak cucu Adam. Kembali kepada ayat di atas. Setelah Allah memberi jawaban lisan singkat, kini pada ayat berikut disusul dengan pembuktian konkret menyangkut kewajaran manusia sekaligus ketidakwajaran malaikat menjadi khalifah di bumi. AYAT 31-32 Naah a La MA Ja Hp a A GiS aLi asis ag gfu ab u Su 3 de Yasa j3 NP Ida ED Kid SA alah “Dia mengajar Adam nama-nama (benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para malaikat lalu berfirman, “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu benar!” Mereka menjawab, “Maha Suci Engkau, tidak ada pengetahuan bagi kami selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami, sesungguhnya Engkau, Engkaulah Yang Maha Mengetahui (lagi) Maha Bijaksana.” Dia yakni Allah mengajar Adam nama-nama benda seluruhnya, yakni memberinya potensi pengetahuan tentang nama-nama atau kata-kata yang digunakan menunjuk benda-benda, atau mengajarkannya mengenal fungsi benda-benda. Ayat ini menginformasikan bahwa manusia dianugerahi Allah potensi untuk mengetahui nama atau fungsi dan karakteristik benda-benda, misalnya fungsi api, fungsi angin, dan sebagainya. Dia juga dianugerahi potensi untuk berbahasa. Sistem pengajaran bahasa kepada manusia (anak kecil) bukan