Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Surah al-Baqarah (2) Kelompok III ayat 31-32 dimulai dengan mengajarkan kata kerja, tetapi mengajarnya terlebih dahulu nama-nama. Ini Papa, Ini Mama, itu mata, itu pena dan sebagainya. Itulah sebagian makna yang dipahami oleh para ulama dari firman-Nya: Dia mengajar Adam nama-nama (benda) seluruhnya. Setelah pengajaran Allah dicerna oleh Adam as., sebagaimana dipahamai dari kata kemudian, Allah mengemukakannya benda-benda itu kepada para malaikat lalu berfirman, “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-bendabenda itu, jika kamu benar dalam dugaan kamu bahwa kalian lebih wajar menjadi khalifah.” Sebenarnya perintah ini bukan bertujuan penugasan menjawab, tetapi bertujuan membuktikan kekeliruan mereka. Mereka para malaikat yang ditanya itu secara tulus menjawab sambil menyucikan Allah “Maha Sud Engkau, tidak ada pengetahuan bagi kami selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami, sesungguhnya Engkau, Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” Maksud mereka, apa yang Engkau tanyakan itu tidak pernah Engkau ajarkan kepada kami. Engkau tidak ajarkan itu kepada kami bukan karena Engkau tidak tahu, tetapi karena ada hikmah di balik itu. Demikian jawaban malaikat yang bukan hanya mengaku tidak mengetahui jawaban pertanyaan, tetapi sekaligus mengakui kelemahan mereka dan kesucian Allah swt. dari segala macam kekurangan atau ketidakadilan, sebagairmaa dipahami dari penutup ayat ini. Benar, pasti ada hikmah di balik itu. Boleh jadi karena pengetahuan menyangkut apa yang diajarkan kepada Adam tidak dibutuhkan oleh para malaikat karena tidak berkaitan dengan fungsi dan tugas mereka. Berbeda dengan manusia, yang dibebani tugas memakmurkan bumi. Jawaban para malaikat, “Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,” juga mengandung makna bahwa sumber pengetahuan adalah Allah swt. Dia juga mengetahui segala sesuatu termasuk siapa yang wajar menjadi khalifah, dan Dia Maha Bijaksana dalam segala tindakanNya, termasuk menetapkan mahkluk itu sebagai khalifah. Jawaban mereka ini juga menunjukkan kepribadian malaikat dan dapat menjadi bukti bahwa pertanyaan mereka pada ayat 31 di atas bukanlah keberatan sebagaimana diduga sementara orang. Bagi ulama-ulama yang memahami pengajaran nama-nama kepada Adam as. dalam arti mengajarkan kata-kata, di antara mereka ada yang bependapat bahwa kepada beliau dipaparkan benda-benda itu, dan pada